logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Bisa Bicara setelah 20 Tahun

HUTCHINSON - Selama 20 tahun, Sarah Scantlin hanya tahu dunia di sekitarnya. Bagian otaknya mengalami kerusakan setelah seorang sopir mabuk menabraknya saat dia berjalan ke mobilnya. Namun kini, setelah berangsur sembuh, dia bisa berbicara lagi.

Ayah Scantlin sadar bahwa putrinya tidak akan pernah sembuh total, namun kemampuan anaknya untuk berbicara dan kembalinya ingatan dia telah mengembalikan putri tersayang itu kepadanya.

Selama bertahun-tahun, Sarah hanya bisa mengedipkan matanya - satu kedipan untuk ''tidak'' dan dua untuk''ya'' - dalam menjawab pertanyaan, meski tak seorang pun tahu pasti dia memahaminya.

''Saya heran betapa bagus komunikasinya. Ini merupakan unsur penting kemanusiaan,'' kata Jim Scantlin sambil meneteskan air mata bahagia.

Sarah Scantlin adalah mahasiswi tahun pertama berusia 18 tahun pada 22 September 1984, ketika dia ditabrak sopir mabuk saat dia berjalan ke mobilnya. Kala itu dia baru saja menghadiri pesta berasma rekan-rekannya di kelab remaja. Saat itu, dia disewa toko pakaian dan memperoleh tempat di tim latihan Hutchinson Community College.

Setelah dua dasa warsa hanya bisa membisu, dia mulai berbicara bulan lalu. Tim dokter tidak yakin mengapa dia bisa melakukan hal itu. Sabtu lalu, orangtua Sarah mengadakan open house di rumah perawatannya untuk memperkenalkan dia kepada teman-teman, anggota keluarga, dan wartawan.

Dampak Kecelakaan

Sepekan lalu, orangtuanya memperoleh telepon dari Jennifer Trammell, perawat di Pusat Perawatan Kesehatan Golden Plains. Dia bertanya kepada Betsy Scantlin apakah dia sedang duduk. Dia mengatakan seseorang ingin berbicara kepadanya:

''Hai, Ma.'' ''Sarah, ini kamu?'' tanya ibunya. ''Ya'', jawabnya. ''Bagaimana keadaanmu?'' ''Baik''

''Apakah kamu butuh sesuatu,'' tanya ibunya kemudian. Lebih banyak berlatih.'' ''Apakah dia benar-benar ingin berlatih,'' tanya ibunya kepada perawat tadi.

Scantlin masih mengalami dampak kecelakaan tersebut. Dia selalu menyilangkan tangannya di dadanya, tinjunya mengepal di bawah dagunya. Kakinya terus-menerus kejang. Kaki kanannya bengkok. Otot lehernya sangat kaku sampai-sampai dia tidak bisa menelan makanan.

Sopir yang menabrak Sarah divonis hukuman enam bulan penjara karena mengemudi dalam keadaan mabuk dan melarikan diri setelah kejadian itu.

Sarah mulai bisa berbicara pada pertengahan Januari lalu, namun minya staf pusat medis itu agar jangan mengatakan kepada orangtuanya sampai Hari Valentine untuk membuat mereka terkejut, kata Trammell. Namun pekan lalu, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk berbicara dengan orangtuanya.

''Saya tidak pernah mengira hal itu bakal terjadi, penantian itu sangat lama,'' kata sang ibu.

Tidak Yakin

Dokter Sarah, Bradley Scheel, mengatakan tim medis tidak yakin mengapa dia tiba-tiba bisa berbicara. Namun mereka percaya syaraf-syaraf otak yang kritis mungkin mulai pulih.

''Benar-benar luar biasa menyaksikan hal ini terjadi,'' kata Scheel. Terobosan itu terjadi ketika direktur aktivitas tempat perawatan itu, Pat Rincon, melatih Sarah dan sekelompok kecil pasien lain, yang berusaha membuat mereka berbicara.

Rincon membelakangi Sarah ketika dia berbincang-bincang dengan pasien lain. Dia baru saja mengajari pasin itu menjawab ''OK'', ketika dia tiba-tiba mendengar Sarah juga mengulang kata: ''OK. OK''.

Staf pusat perawatan itu membawa ahli terapi bicara dan terus melatih Sarah. Mereka tidak ingin membuat orangtuanya putus asa sampai mereka yakin Sarah tidak kambuh lagi, kata Trammell.

Sabtu lalu, Sarah tampak menjadi pusat perhatian. memakai setelah warna biru, dia berbicara pelan, menjawab pertanyaan dengan satu kata.''Apakah dia senang bisa berbicara? ''Yah,'' jawabnya.

Apa yang dikatakannya kepada orangtua saat mereka pergi? ''Saya mencintai kamu,'' katanya. (yahoo-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA