logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 EKONOMI
Line

Stok Beras Tahun Ini Kritis

JAKARTA-Stok beras tahun ini cukup kritis karena diperkirakan musim kering berlangsung cukup panjang. "Pengadaan beras dalam negeri tahun ini 2,25 juta ton. Untuk mengatasi kekurangannya kami akan membeli dari petani,'' kata Widjanarko Puspoyo, Direktur Utama Perum Bulog usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin.

Menurut dia, kemungkinan pada paro kedua tahun ini terjadi kekeringan harus diantisipasi. Membeli beras dari luar negeri agak sulit karena harganya sudah naik.

Bahkan, lanjut dia, Pemerintah Thailand, Laos dan Kamboja sudah meminta para petaninya tidak menanam tanaman yang mengandung air, termasuk padi.

Sekarang, kata dia, kita harus melihat produksi beras dunia. Saat ini sudah defisit karena produksinya lebih kecil dari konsumsi dunia.

''Harganya kini sudah mencapai 300 dolar AS/metrik ton. Itu angka yang sangat berat bagi kita," ujarnya.

Untuk membahas masalah itu, tutur dia, wakil presiden akan mengadakan rapat lagi dengan beberapa menteri, tetapi waktunya belum ditentukan.

Ia menambahkan Bulog keberatan sehubungan dengan permintaan pemerintah daerah dan DPR agar melakukan pembelian 10% dari produksi nasional.

"Itu jelas sangat memberatkan kami. Wakil presiden akan memberi petunjuk tentang outlet kebijakan mengenai masalah itu," tegasnya.

Meski demikian, ia mengatakan hingga sekarang belum ada kenaikan harga beras. Harga yang ditetapkan pemerintah Rp 2.790/kg.

Harga selama ini adalah untuk beras kualitas medium, yakni di bawah Rp 2.600/kg. Kalau harganya naik menjadi Rp 2.900 sampai Rp 3.000/kg, maka biarlah petani menikmati harga tinggi.

''Toh harga tersebut masih dalam batas wajar," tandasnya. (dtc-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA