logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 BUDAYA
Line

Jujuk dan Henny Berebut Jabatan Ketua PAS

SOLO - Menginjak usianya yang keempat, terjadi kemelut di tubuh Paguyuban Artis Surakarta (PAS). Meski pengurus lama yang diketuai Henny Nogogini masih berjalan, belum lama ini terbentuk kepengurusan lain yang diketuai Jujuk ''Srimulat'' Juariyah.

Henny Nogogini menandaskan, kepengurusan yang diketuai Jujuk tidak sah. Pasalnya, kepengurusan yang dibentuk bersamaan dengan pembubaran Panitia Perayaan Natal 2004 PAS beberapa hari lalu itu dianggap tidak melalui mekanisme organisasi yang benar.

''Kalau memang anggota menghendaki ada pergantian pengurus, mestinya melalui musyawarah yang disepakati bersama. Bukan asal menggelar pemilihan, tanpa memberitahu pengurus yang sudah ada,'' ujar Henny Nogigini kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurut penuturan dia, reorganisasi sebenarnya telah diagendakan dan akan dilakukan bersamaan dengan HUT PAS ke empat pada 27 September 2005. Namun belum sempat agenda itu direalisasikan, telah terbentuk kepengurusan baru.

Tidak Diuwongke

Henny mengaku tersinggung. Apalagi jika mengingat dia merasa kapasitasnya sebagai Ketua PAS selama ini masih berjalan dengan baik. ''Saya seperti tidak diuwongke dengan pembentukan kepengurusan saat pembubaran panitia Natal itu. Padahal, pada agenda bulan September nanti, saya sendiri sudah berniat untuk mundur. Namun mengapa kok mereka seperti tidak sabar?'' tandasnya.

Dia juga mengungkapkan, beberapa waktu setelah pembentukan pengurus tersebut dia sudah bertemu dengan Jujuk. Dan menurut dia, saat itu Jujuk telah berjanji akan mengundurkan diri sebagai ketua. ''Namun nyatanya, sehari kemudian dia bersama pengurus lain malah menghadap Wali Kota. La terus bagaimana ini?'' ujarnya setengah bertanya.

Melihat perkembangan yang demikian, Henny kemudian berusaha meminta saran kepada para sesepuh PAS. Dan atas saran itu pula, dia memilih tetap menjalankan kepengurusan organisasinya seperti biasa.

''Kalau memang mbak Jujuk tetap akan mempertahankan kepengurusannya itu ya monggo saja. Namun saya juga akan tetap menjalankan kepengurusan saya yang memang masih sah,'' tandasnya.

Di tempat terpisah Jujuk Juariyah mengatakan, dia sudah tidak mau dijadikan ketua. Namun karena terus didesak, akhirnya dia tidak kuasa untuk menolak.

Jujuk menyatakan pihaknya mengundang Henny untuk membahas masalah organisasi. Namun dia tidak tahu apa alasannya, dalam pertemuan untuk membahas reorganisasi itu Henny tidak datang.

Sementara tentang pertemuannya sebelum menghadap Wali Kota, saat itu dia hanya berjanji akan mundur tapi dengan syarat kalau apa yang dikatakan Henny benar. Karena itu, ketika merasa ada yang tidak benar, akhirnya dia memilih jalan terus. ''Tapi kalau saya dibilang ambisi atau entah apalagi itu tidak benar. Buat apa saya ambisi, wong saya sudah punya nama,'' tandasnya.(G19-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA