logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Dituduh Tebar Bunga Santet, Dianiaya

BANYUMAS- Dituduh menabur bunga di halaman rumah tetangga, Dariah (75) alias Ny Sukiwan dihajar hingga babak belur. Penganiaya warga RT 6 RW 1 Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, itu adalah suami-istri yang tidak bisa menerima pekarangan mereka ditaburi bunga. Mereka mengira itu bunga penebar santet.

Kemarin, Dariah dimintai keterangan oleh aparat Polsek Pekuncen. Para penganiaya, Ahmad (35) dan Soim (30), juga dipanggil untuk diperiksa.

Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto melalui Kapolsek Pekuncen Iptu Fauzan Widiarto mengatakan, polisi baru memeriksa Dariah. Perempuan tua itu menyatakan tak menaburkan bunga di halaman rumah tetangganya.

''Kasus ini hanya kesalahpahaman. Siapa penabur bunga sebenarnya masih kami selidiki,'' kata Fauzan.

Membantah

Peristiwa berbuntut penganiayaan itu bermula ketika Minggu (13/2) sekitar pukul 05.00 Ahmad, istrinya, dan seorang tetangga datang ke rumah Dariah.

Ahmad dan istri marah-marah. Mereka menuduh wanita tua itu menaburkan bunga mawar dan kantil di depan rumah. Dariah membantah, sehingga tersangka kian emosi. Soim memegang kedua tangan perempuan itu, sedangkan Ahmad memukul wajahnya. Setelah itu tersangka pulang ke rumah.

Kasus itu dilaporkan ke Polsek Pekuncen. Daeriah sudah dibawa ke puskesmas untuk diperiksa dokter.

''Visum et repertum belum turun. Namun polisi tetap memproses kasus penganiayaan itu,'' kata Fauzan. (G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA