| Selasa, 15 Februari 2005 | BANYUMAS |
DPRD Akan Studi Banding Tarif Instalasi Listrik ke CiamisCILACAP- Untuk menyelesaikan keluhan masyarakat tentang biaya pemasangan instalasi listrik yang mahal, Komisi C DPRD akan studi banding ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Karena, biaya pemasangan instalasi listrik di Ciamis lebih murah. Komisi C ingin mengetahui lebih mendalam mekanisme dan penentuan tarif pemasangan instalasi listrik di wilayah itu. ''Kami sudah melaporkan rencana studi banding ini secara lisan ke pemimpin DPRD. Kami akan segera mengajukan surat karena telah mengagendakan acara itu bulan ini,'' kata Sekretaris Komisi C Kamaludin, kemarin. Dia menyatakan biaya pemasangan instalasi listrik di Ciamis lebih murah karena masyarakat tak dibebani biaya paket dari Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI). Sebab, di Jawa Barat tak ada AKLI. Jadi masyarakat dan biro teknik listrik (BTL) dan para pelaksana dapat membeli secara bebas peralatan yang dibutuhkan. Mahal Setiap konsumen di Cilacap yang hendak memasang instalasi diwajibkan membeli paket peralatan yang ditentukan AKLI. Peralatan itu meliputi empat titik lampu, satu titik stop kontak, dan sebuah pengaman atau arde. Harga setiap paket peralatan Rp 250.000. Padahal, jika membeli di toko elektronik cuma sekitar Rp 90.000. ''AKLI bisa saja menyatakan biaya pemasangan instalasi di Cilacap masih murah. Namun kenyataannya banyak warga masyarakat mengatakan mahal. Sebab, di lapangan biaya pemasangan instalasi 450 VA Rp 1,4 juta dan 900 VA Rp 1,7 juta,'' katanya. Ketua Lembaga Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (LPPMD) Cilopadang, Kecamatan Majenang, Cahyanto, menyatakan biaya pemasangan instalasi listrik di Cilacap cukup memberatkan. Karena, AKLI, BTL, PLN, dan pelaksana menentukan tarif masing-masing. Setiap warga masyarakat yang hendak memasang instalasi harus membayar biaya paket AKLI Rp 900.000 serta biaya penyambungan dan uang jaminan langganan ke PLN Rp 183.450 untuk 450 VA dan Rp 363.900 untuk 900 VA. Warga juga dipungut biaya tambahan oleh BTL dan pelaksana pemasangan. Akibatnya, biaya menjadi tinggi. ''Saya minta DPRD memperjuangkan masalah ini. Bila perlu memperjuangkan biaya paket dari AKLI dihilangkan sehingga masyarakat dapat membeli kabel dan peralatan lain secara bebas. Sebab, kenyataannya pakel AKLI lebih mahal daripada di toko.'' (ag-86) |