SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 12 Februari 2005

- Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) selalu diwarnai dengan munculnya wacana baru soal kehidupan pers di tengah-tengah masyarakat. Tidak pernah kesempatan itu terlewatkan, dan selalu saja ada gugatan baru karena belum semua persoalan terselesaikan. Di satu sisi, pers terus menuntut agar kebebasannya tak cukup dijamin dengan Undang Undang (UU) 40/1999 tentang Pers, namun juga sistem hukum dan peradilan secara keseluruhan.

- Dua hari berturut-turut, perampokan terjadi di kota Solo. Minggu (6/2), kawanan perampok berpistol beraksi di Toko Emas Anoman, Jl Radjiman 96 Kauman, Pasarkliwon. Kemudian Senin (7/2), giliran kantor PT FedEx di kawasan Kleco yang menjadi sasaran. Di Sragen dan Wonogiri, juga terjadi peristiwa dengan modus yang sama, yakni menggunakan pistol dan celurit.

TAK TERASA harian Suara Merdeka (SM) kemarin genap berusia 55 tahun. Usia sebanyak itu belum cukup untuk dikatakan sebagai usia tua, paling tidak menurut penulis, bisa dikategorikan sebagai usia dewasa yang matang.

TARIKH Jawa dan Hijriyah beda tahun tetapi tanggalnya sama. Mengapa? Pertanyaan ini akan muncul manakala orang melihat kalender yang diterbitkan di Jawa. Deretan nama bulan, tanggal dan hari pasaran bertumpuk pada setiap halamannya. Untuk mengetahui penyebabnya tentu perlu ditelusur jejak sejarahnya.

Irasional, itulah kesan saya saat ini untuk Ajindo, sebuah PT Asuransi Multi Nasional. Asuransi ini saya nilai telah merusak citra perasuransian di Indonesia, yang rata-rata manis di bibir tetapi pahit bagi para nasabahnya. Kami para nasabah dibuat tak berdaya menunggu pengembalian dana yang dijanjikan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA