| Sabtu, 12 Februari 2005 | SALA |
Empat Dukuh Menjadi Endemis DBDKLATEN - Masyarakat diminta menggiatkan pembersihan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing untuk mencegah perkembangan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus deman berdarah dengue (DBD). ''PSN cara yang paling baik untuk memberantas nyamuk penyebab DB. Nyamuk itu paling suka berkembang biak di air jernih. Hingga minggu kedua Februari ini, sudah 17 kasus DBD dengan seorang korban meninggal,'' papar Kasubdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Klaten dokter gigi Agus Susanto, kemarin. Dia memperkirakan, Maret akan menjadi puncak serangan DBD di Klaten seperti pengalaman dua tahun terakhir. Sepanjang 2003, kasus DBD terbanyak terjadi pada Maret dengan 76 kasus. Begitu pula sepanjang 2005, kasus DBD terbanyak terjadi pada Maret dengan 262 kasus. ''Melihat pengalaman dua tahun terakhir, sebaiknya kita bersiap mencegah meluasnya serangan DBD di Klaten. Sebenarnya, pencegahannya mudah cukup dengan rajin menguras bak mandi, menutup panampung air dan mengubur barang bekas,'' ujarnya. Untuk tahun ini, DKKS telah mengidentifikasi empat dukuh yang menjadi endemis DBD, yakni Dukuh Bakung (Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan), Dukuh Duwetan (Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen), Dukuh Kemit (Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen), dan Dukuh Jiwo Kulon (Desa Trotok, Kecamatan Wedi). ''Masyarakat di empat dukuh tersebut sebaiknya mencegah dengan lebih ketat daripada daerah lain. Mereka harus aktif mencegah terjadinya perkembangan nyamuk terutama di sekitar rumah masing-masing,'' imbau Agus Susanto. Untuk mengantisipasi ledakan DBD di Klaten pada tahun ini, DKKS telah menerjunkan 22 juru pemantau jentik (jumantik) di 22 desa yang dinilai rawan DBD. Para jumantik dibentuk atas instruksi Gubernur Jateng dengan sistem kontrak. Mereka akan mulai melaksanakan tugasnya pada awal Maret. ''Jentik nyamuk DBD bisa berkembang biak dengan baik di bak mandi, kaleng, atau vas bunga. Jadi, semua wadah yang menyimpan air jernih harus diwaspadai,'' ujarnya. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor virus DBD termasuk kalangan ''priyayi'' karena menyukai tempat yang bersih. Tempat-tempat penampungan air yang ada di dalam rumah, seperti akuarium, bak mandi, tempat air hewan piaraan, dan gentong air minum merupakan lokasi favorit untuk berkembang biak.(F5-92j) |