logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 SALA
Line

Pelaku Penusukan Serahkan Diri

SUKOHARJO - Masih ingat kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Heri Sriyanto alias Peno (20) warga Sonojiwan, Makamhaji, Kartasura Senin (31/1) lalu. Pelaku penusukan, Anto Nugroho alias Lobok warga Karanglor, Makamhaji menyerahkan diri ke Mapolsek Kartasura, Kamis (10/2) lalu.

Pelaku menyerahkan diri dengan diantar orang tua dan pengacaranya, Darma SH. Kepada petugas, Darma mengaku kliennya seperti orang linglung karena dihinggapi perasaan bersalah. Usai menusuk korban, tersangka melarikan diri ke Lampung selama beberapa hari. Namun, karena selalu dibayang-bayangi wajah korban, dia pulang.

''Saya sangat menyesal pak,'' ujarnya sembari menundukkan kepala.

Dia mengatakan, dirinya tidak bermaksud melakukan penusukan tersebut. Namun, karena kalap dan takut dengan ancaman korban, maka nekat mendahului dengan menusukkan belatinya ke perut korban. Sebab saat itu, korban terus mengancam akan membunuhnya. Bahkan, dirinya sempat dipukul dan rambutnya ditarik.

"Saya sangat kesal karena Heri (korban-Red) menarik rambut dan memukul wajah saya. Setelah itu, saya pun pulang mengambil belati di rumah,''

Dia lalu menemui korban yang sedang asyik minum minuman keras. Sampai di lokasi, Heri mengancam dengan pedang. ''Saya sangat takut akan dibunuh. Namun saat lengah, saya duluan menusukkan belati ke bagian perutnya. Setelah itu, saya langsung kabur untuk menyelamatkan diri.''

Dendam

Ditanya apakah dirinya mengetahui korban tewas, tersangka mengaku tidak mengetahuinya. Setelah kejadian, sekitar pukul 23.15, tersangka kabur dengan mengendarai Honda Legenda miliknya.

Karena panik, semalaman hanya berputar-putar kota saja. Keesokan harinya, dia menemui temannya di Karanganyar untuk menggadaikan motor.

''Motor saya gadaikan Rp 100 ribu dan uangnya dipakai untuk biaya melarikan diri ke Lampung. Sepuluh hari luntang-lantung di Lampung, hati saya selalu dihantui perasaan bersalah.''

Dia juga mengaku penusukan tersebut dipicu kejadian sebelumnya yang dilakukan korban. Saat itu, tersangka dituduh mencuri makanan di warung hik di Desa Sanggrahan, Grogol. Kemudian, sekitar akhir Desember 2004, dia datang ke rumah Waluyo untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Saat itulah, datang delapan orang di antaranya Heri yang dikenal dengan panggilan Peno.

''Mereka memukul saya, malah ada seorang pelaku yang mengayunkan pedang dan mengenai tangan, kaki kiri, dan kepala saya. Sejak itu, saya merasa dendam dan ingin membuat perhitungan.''

Kapolres AKBP Drs Bambang Rudi Pratiknyo didampingi Kasat Reskrim AKP Moh Ngajib, membenarkan bahwa pelaku menyerahkan diri. Pihaknya juga berusaha untuk mencari barang bukti berupa belati dan sepeda motor yang digunakan untuk melarikan diri.

"Saat ini kami masih terus mengembangkan kasus tersebut. Termasuk mengumpulkan barang bukti seperti belati dan sepeda motor yang masih digadaikan di rumah teman tersangka. Kami juga mengamankan satu pelaku yang membantu aksi tersangka yang dikenal dengan nama Hernowo alias Codot,'' tegasnya. (G10-92m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA