logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 SALA
Line

Warung Tersembunyi yang Digemari Pejabat

CITRA rasa masakan yang enak dan lezat menjadi bagian penting dalam bisnis warung makan atau restoran. Ini dapat dibuktikan oleh Warung Makan Bu Harso di Wonogiri. Meskipun tempatnya tidak tergolong strategis, namun tetap ramai dikunjungi pembeli.

Letak warung itu memang tersembunyi di deret belakang kios pasar di Kecamatan Jatisrono. Akan tetapi, karena masakan opor, ayam goreng, ragi daging sapi, serta sambel gorengnya enak dan lezat, warung ini banyak pembelinya. Bu Harso sendiri tidak lagi aktif di warung karena sudah tua. Tugas penjualan di warung itu, kini dipercayakan kepada cucunya, Ugik serta karyawan lainnya.

Sri Warsito, pensiunan Camat Selogiri yang sebelumnya pernah lama bertugas di wilayah Wonogiri timur ini, memuji ketenaran Warung Bu Harso yang telah eksis dan terkenal sejak tahun 1960. ''Dulu warungnya kecil. Tapi sejak saya SMA, warung itu sudah laris,'' ujar Sri Warsito.

Sejak dulu, banyak pejabat, pengusaha, dan pemuka masyarakat yang suka jajan di Warung Bu Harso. Banyak pegawai yang dinas ke wilayah Wonogiri timur, berusaha menyempatkan mampir di warung itu. Juga para bakul dan pengunjung pasar, jika jatuh hari pasaran juga ramai-ramai makan di warung tersebut.

''Di samping masakannya enak, yang saya sukai porsi yang disajikan warung ini ukurannya pas. Tak begitu kekenyangan bila harus dihabiskan,'' puji Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Bambang Eko Sarwono. Kombinasi lauk opor ayam, sambal goreng krecek dan daging raginya memang khas. Pujian sama juga dilontarkan Kepala Kantor Pusat Data Elektronik (PDE) Wonogiri Sudarto.

Empat Juru Masak

Menurut Ugik, untuk melancarkan tugas penjualan, dia dibantu empat juru masak. Pada hari-hari biasa (maksudnya tidak di hari pasaran Jatisrono, Wage) biasanya menyembelih 6 -8 ekor ayam. Kemudian bila hari pasaran, jumlah penyembelihan mencapai dua kali lipat dari hari biasanya. Proses memasaknya pun dilakukan di bagian belakang ruang kios, dan dilakukan pada malam hari. Sebab, Warung Bu Harso buka mulai pagi.

Per porsinya rata-rata Rp 6.000. Di warung itu juga disediakan minuman teh panas, es teh dan kopi. Bagi pembeli yang suka pedas, disediakan lalapan lombok segar.

Selain itu, banyak juga pembeli yang memesan opor dan ayam goreng maupun ragi daging sapi untuk dibawa pulang. Bu Harso tidak membuka cabang di lain tempat. Walau popularitas nama itu telah identik dengan kelezatan masakannya. (Bambang Pur-85m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA