logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 PANTURA
Line

PT Gajah Tiluwi Artha Hanya Sediakan 60 Rumah bagi Guru

PEKALONGAN- PT Gajah Tiluwi Artha hanya menyediakan 60 rumah tipe 21 di Setono, Kota Pekalongan dan Jeruksari, Kabupaten Pekalongan. Karena peminat mencapai ratusan orang, maka pembeli akan diseleksi.

Dalam bisnis bidang real estate khususnya di Jeruksari dan Setono, pimpinan PT Gajah Tiluwi Artha Ir Heru Siswanto mengaku tidak untung. Tanah yang disediakan untuk rumah para guru itu merupakan pembelian beberapa tahun lalu yang kurang laku di pasaran.

"Daripada kurang laku, peluang tersebut diberikan kepada guru untuk dibangun perumahan. Hanya, pasti uang mukanya diturunkan dari harga umum. Dengan cara itu, minat guru ternyata membeludak," ungkapnya.

Menurut dia, minat guru membeli rumah yang dibangun perusahaannya dinilai wajar. Sebab, uang muka yang mestinya Rp 7 juta-Rp 8 juta untuk tipe 21 saat ini diturunkan hanya Rp 3,5 juta. Luas tanah rumah tipe 21 berkisar 60 meter. Itu saja, kalau para guru tersebut masih menggunakan Bappetarum Rp 1,5 juta, berarti uang muka tinggal Rp 2 juta.

"Dengan uang muka Rp 2 juta, memang benar-benar sangat ringan dan mampu dibayar para guru," katanya.

Tidak Mahal

Demikian pula angsuran juga tidak mahal. Sebab dari perhitungan awal, mereka diperkirakan hanya mengangsur antara Rp 300.000-Rp 350.000 per bulan selama 10-15 tahun.

"Hasil penjualan rumah itu memang tidak akan memberikan untung baginya, karena tidak bisa digunakan lagi untuk membeli tanah kembali. Penjualan itu dilakukan agar rumah yang akan dibangun cepat habis. Rencananya pembangunan perumahan tersebut akan dilakukan mulai Maret 2005," tuturnya.

Seperti diberitakan, para guru menginginkan rumah murah yang mampu diangsur setiap bulan melalui gaji bulanan. Itu diperlukan karena sampai kini masih banyak guru, terutama guru baru yang belum memiliki rumah sendiri. Mereka terpaksa harus pindah-pindah kos atau kontrak.

Untuk memenuhi keinginan para guru itu, PGRI mengajak perusahaan real estate yang bonafit di Kota Batik untuk bisa melayani anggotanya. "Kami menghubungi pimpinan PT Gajah Tiluwi Artha. Dari hasil pertemuan, pengusaha itu sanggup menyediakan lokasi perumahan bagi para guru. Sekarang ini Heru menyediakan di Desa Jeruksari dan Setono."

Dengan uang muka yang sedikit, bukan hanya guru kini yang berminat. Menurut Ketua PGRI Kota Pekalongan Drs Setyadi, karyawan administrasi Dinas Pendidikan juga menginginkan bisa membeli rumah murah. Namun sayang, persediaan terbatas. Mana yang cepat membayar, itulah yang akan mendapatkan rumah tipe 21. (A15-74s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA