logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 PANTURA
Line

Letak IPAL RSUD Kajen Tak Berbahaya

  • Habiskan Biaya Rp 300 Juta

KAJEN- Meskipun Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) RSUD Kajen terletak di antara laboratorium dan bangsal pasien, secara teknis dinilai tak membahayakan. Sebab, kapasitas penggunaannya juga tidak terlalu besar.

Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, dokter Sutanto Setiabudi MKes kepada wartawan menanggapi pernyataan beberapa fraksi DPRD yang menyoroti letak IPAL yang dinilai terlalu dekat dengan bangsal pasien.

Sutanto mengakui, secara ideal IPAL memang dibangun secara terpisah. Namun dengan kapasitas RSUD yang direncanakan, maka pembangunan IPAL akan mubazir jika dibangun dengan ukuran besar. Jika dibangun terpisah dengan kapasitas besar, membutuhkan biaya paling sedikit Rp 2 miliar.

"Dengan kapasitas RSUD yang direncanakan, maka biaya itu terlalu besar dan tidak akan berfungsi banyak," katanya.

Karena itu, akhirnya diputuskan untuk membangun IPAL sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan dan hanya menelan biaya Rp 300 juta. Secara teknis jarak antara IPAL dengan laboratorium dan bangsal yang jauhnya sekitar 60 meter tersebut tidak berbahaya. Apalagi limbah yang diolah bukanlah limbah membahayakan. "Limbah itu hanya limbah kotoran atau hasil pencucian dari ruang pasien," ujarnya.

Secara teknis pembangunan fisik RSUD Kajen, menurut Sutanto, sudah 50% lebih. Namun untuk pengadaan perlengkapan maksimal baru 20%. Meski begitu, pihaknya yakin Agustus mendatang RSUD Kajen sudah bisa diresmikan dan siap dioperasikan.

RSUD yang diharapkan bisa melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya di daerah selatan itu rencananya mempunyai 140 kapasitas tempat tidur untuk pasien. Rinciannya untuk kelas VIP 10%, kelas I (10%), kelas II (20%), dan sisanya kelas III (60%).

Rehabilitasi Narkoba

Mengembangkan rumah sakit, kata dia, bukanlah persoalan mudah. Sebab rumah sakit harus bisa melayani masyarakat sekaligus tetap hidup. Karena itu, dia berencana menyusun konsep yang jelas soal pelayanan termasuk layanan unggulan yang tidak didapatkan di rumah sakit lainnya.

Antara lain, ungkap dia, rencana pendirian pusat rehabilitasi narkoba di RSUD Kajen. Rencana tersebut beberapa waktu lalu sempat dilontarkan Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono. (G16-14s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA