| Sabtu, 12 Februari 2005 | PANTURA |
Glopot Wakili Jateng ke Audisi Pelawak TPIKETIKA tampil pada penyisihan Audisi Pelawak Indonesia (API) Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) belum lama ini, Grup Lawak Glopot asal Kota Tegal dapat menyisihkan 109 grup lainnya asal Jawa Tengah. Mereka sukses mengocok perut penonton. Dua juri yang menilai mereka adalah Tukul Arwana dan Gogon. Tema yang dibawakan saat itu tentang kebahariaan. Dengan menunggang perahu, dari Tegal mereka mengayuh dayung menuju ke tempat seleksi API di Hotel Patra Jasa Semarang. Dalam perjalanan, mereka sering bertengkar. Saat perut lapar, mereka menjala ikan dan yang masuk ke jaring adalah ikan kecil dan ikan kakap (besar). "Ikan kecil silakan diambil. Namun, yang kakap tak usah dimasukkan dalam kepis (tempat ikan). Percuma, toh jika dimasukan ke dalam kepis, pasti dilepas kembali," sindir mereka menggambarkan kondisi penegakan hukum di Indonesia. Ketika melintas kapal terbang di atasnya, mereka mendongak, namun mereka justru tak kaget ketika pesawat itu jatuh. "Kenapa montor mabur (pesawat) itu bisa jatuh?" tanya Pili (Edi Supiliyanto SPd). Topiex (Mohamad Taufik) pun menebak, mungkin karena mesin. Edi Mulyono yang dipanggil Wao (alias wajah plonga-plongo) menyusul menebak, itu mungkin karena baling-balingnya. Karena Pendidikan Namun, Pili dengan tenang mengatakan, pesawat bisa jatuh karena pendidikan. Keduanya diam tak mengerti apa yang dimaksud Pili. "Yah, pesawat bisa jatuh karena di Indonesia yang ada adalah pendidikan menerbangkan pesawat. Sementara itu, pendidikan turun landas tak ada sehingga pesawat jatuh," ujar Pili dengan cerdas sehingga Tukul dan Gogon pun tersenyum kecut mendengar lawakan pelawak yang bermarkas di Jalan Pala Barat Nomor 1214 itu. Itulah cuplikan kecil materi lawak yang dibawakan Glopot (Kotor atau Globalisasi Putra Tegal) ketika tampil dalam penyisihan API. Pili yang sehari-hari guru SMAN 5 Tegal, Wao penyiar Radio Raka, dan Topiex pengusaha audio car system itu bertekad akan lolos ke babak selanjutnya. Grup yang diseleksi dari 16 menjadi 12 di Jakarta pada 12-19 Februari mendatang. Glopot dijadwalkan akan tampil di TPI pada 15 Februari. Menurut keterangan manajer Glopot, H Eka Hardiyanto SE, untuk melaporkan keberhasilan mereka kepada masyarakat dan pejabat Kota/Kabupaten Tegal, mereka main pada malam putaran Simpedes dan Simaskot Bank BRI, Selasa malam lalu, di alun-alun bersama Ki Enthus Susmono serta pelawak wanita Suliyah asal Banyumas. "Kami akan main sekaligus meminta dukungan kepada masyarakat agar bisa mendukung kami, ketik API (spasi) Glopot, kirim ke pesawat 6288. Kami benar-benar sangat membutuhkan doa restu dan dukungan dari segenap masyarakat Jawa Tengah khususnya warga Kota/Kabupaten Tegal," ujar Eka. Bagi Pili, lawak bukan dunia asing. Dia pada 1995 menyabet juara II Lomba Lawak se-Yoyakarta serta juara II Lomba Lawak Piala Bagito se-Jateng/DIY. Pada 1996, dia meraih juara lomba lawak nasional bersama grupnya, Boster. Guru SMA itu bersama anak didiknya baru saja meraih prestasi juara I Kejuaraan Teater Tingkat Kota Tegal. "Kami akan berusaha memberikan warna baru di dunia lawak Jateng dan Indonesia. Doakan saja," ungkapnya.( Nuryanto Aji-42j) |