| Sabtu, 12 Februari 2005 | NASIONAL |
Berharap Jadi Partai TengahFIGUR H Sutrisno Bachir SE di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) memang tidak diragukan lagi. Laki-laki kelahiran Pekalongan, 10 April 1957, itu selalu mengikuti perjalanan PAN dan Ketua Umum DPP PAN, Prof Dr Amien Rais dalam menghadapi permasalahan. Melihat hal itu, mungkin tidak salah jika beberapa DPD PAN di Indonesia menjagokan dia menjadi kandidat ketua umum DPP PAN, menggantikan Amien Rais pada saat digelar Kongres II partai tersebut di Semarang mendatang. Bagaimana tiba-tiba dia bisa mencalonkan diri menjadi ketua umum? Menurut Sutrisno Bachir, secata tidak sengaja ada beberapa rekannya mengatakan dirinya layak menjadi ketua umum, mengingat track record yang dilakukannya selama ini sangat membantu PAN. Selang beberapa hari, dia berbicara empat mata dengan tokoh Muhammadiyah, Dien Syamsudin, soal kandidat ketua umum DPP PAN yang hampir habis masa jabatannya. Dari obrolan tersebut, Dien mengatakan mendukung Sutrisno Bachir untuk menjadi ketua. Namun demikian, Sutrisno Bachir tidak langsung menerima dukungan tersebut, tapi menawarkan Dien Syamsudin untuk maju menjadi ketua. Apa harapan Sutrisno Bachir, seandainya nanti terpilih menjadi ketua umum DPP PAN periode 2005-2010? Menurut dia, jika terpilih rencananya ia akan membawa PAN menjadi partai tengah, yakni berada di kelompok elitis, pragmatis, idiologis, dan populis. Maksudnya, keberadaan PAN tidak hanya di salah satu kelompok. (Moch Achid Nugroho-14a) |