| Sabtu, 12 Februari 2005 | NASIONAL |
Teringat Kecelakaan Lion AirPERASAAN takut Tony FR Wakkum kalau pesawat Mandala Airlines yang ditumpanginya bakal tergelincir, muncul saat pesawat mulai menukik ke ujung landasan. Pada saat itu, turun hujan dan terlihat hamparan tambak yang semakin mendekat. "Kekhawatiran itu selalu ada pada diri saya saat naik pesawat, namun saya berusaha menghilangkan dari pikiran dengan cara berpikir yang lain," ujar Tony. Benar, selang beberapa detik kemudian setelah roda pesawat menyentuh landasaan, muncul keanehan ketika pesawat direm oleh pilot. Biasanya pesawat akan meluncur melambat, namun yang terjadi sebaliknya. Kecepatan pesawat justru tidak mengalami perubahan setelah direm. Kemudian, pilot berusaha mengerem untuk kali kedua. Lalu pada saat bersamaan itu pula, pesawat malah terhentak, sehingga membuat para penumpang panik. "Pada saat itu, dalam pikiran saya hanya bisa berdoa dan berusaha menempatkan badan dan kepala pada posisi yang aman. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, tidak terjadi benturan keras pada bagian tubuh," ujarnya. Setalah pesawat direm untuk kali kedua, baru kemudian pergerakan pesawat semakin lambat. Namun pada saat yang bersamaan terjadi getaran keras, yang membuat penumpang semakin panik dan beberapa di antaranya ada yang berteriak histeris. Ketika itu, muncul bayangan ketakutan dalam benak anggota DPRD Kota Salatiga dari Partai Damai Sejahtera tentang kecelakaan nahas yang terjadi saat pendaratan pesawat Lion Air di Bandara Adisumarmo Solo, November lalu. Ketakutan itu, juga semakin bertambah dengan adanya pemberitaan belakangan ini tentang kecelakaan akibat tergelincirnya beberapa pesawat saat mendarat ketika turun hujan. "Saya mencoba menghapus bayangan kecelakaan pesawat itu," ujar Tony. Perasaan takut itu hilang, setelah penumpang dievakuasi ke terminal penumpang bandara.(Surya Yuli-33) |