| Sabtu, 12 Februari 2005 | NASIONAL |
Solo Kembali Digoyang Rampok (2-Habis)Jejak Mereka bagai Ditelan BumiMARAKNYA kembali aksi perampokan di Solo dan sekitarnya, membuat geram aparat kepolisian. Perampokan bersenjata api, makin hari kian menimpa banyak korban. Menguak kasus tersebut, bukanlah pekerjaan yang mudah. Setidaknya, kawanan perampok bersenjata api dinilai cukup profesional dan nyaris tidak terlacak. Dua kali Solo diacak-acak kawanan perampok berpistol dalam sepekan terakhir. Belum lagi aksi serupa di BRI Masaran, Sragen, maupun di rumah seorang pengusaha di Batu, Baturetno, Wonogiri, yang terjadi sebelumnya. Aksi perampokan di awal Februari 2005, seolah tidak pernah sepi dari perhatian masyarakat. Bisa jadi, aksi perampokan yang dimungkinkan tiarap dalam waktu sesaat, dapat menggemparkan lagi apabila polisi tidak segera mengungkapnya. Aksi perampokan di Toko Emas Hanoman dan PT Fedex, makin menambah sederet kasus serupa yang terjadi sebelumnya, yang belum terungkap. Salah satunya, aksi perampokan menonjol di depan RS PKU Muhammadiyah, Agustus 2003. Bersamaan waktu terus bergulir, peristiwa yang menewaskan sopir PDAM, Bambang (39) dan melukai Brigadir Supriyanto, selaku pengawal itu, seolah tenggelam ditelan bumi. Namun begitu, aksi perampokan muncul kembali; kini polisi disibukkan untuk membongkar siapa pelaku perampokan yang mengacak-acak kota Bengawan tersebut. Bagi jajaran kepolisian, kasus tersebut menjadi prioritas utama. Hal itu diungkap Kapolresta Surakarta, AKBP Drs Lutfi Lubihanto melalui Kasat Reskrim, AKP Masrur. Makin hari, seakan dikejar waktu. Paling tidak, berdasarkan keyakinan dan optimis polisi, bahwa kasus tersebut segera terungkap. Ada target yang telah ditentukan. Namun Masrur mengelak untuk lebih dalam menjelaskan apa yang sudah ditemukan, baik berkait dengan ciri-ciri pelaku maupun kelompok mana yang terlibat aksi perampokan itu. Dimungkinkan itu adalah kelompok Pompi Suradimansyah alias Embing, dia pun diam. Sedikit sekali yang diurai orang pertama di jajaran Reskrim Polresta Surakarta itu, dengan alasan agar upaya untuk mengungkap kasus tersebut semakin terfokus. Meski Masrur tidak menjelaskan secara gamblang, namun sudah ada gambaran pelaku perampokan. Tentu saja penyelidikan yang makin mengerucut itu bukan tanpa dasar, tetapi sudah memiliki sasaran jelas. Sinyal pelaku perampokan segera terungkap; setidaknya berdasar penjelasan Masrur yang sempat mengatakan sudah ada target atau batas waktu, walau dia tidak menyebut kapan kasus itu segera terungkap. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat," tandasnya. Berkait dengan kelompok mana yang terlibat, Masrur lagi-lagi tidak mau menjelaskan. Ada beberapa kelompok yang dicurigai. "Kalau pun semua temuan saya jelaskan, bisa jadi penyelidikan makin kabur," tegas dia. Kawanan perampok yang dicurigai, termasuk kelompok Embing. Tidak menutup kemungkinan kelompok lain yang beraksi, yaitu sisa kelompok Solo Satu yang masih hidup, setelah Edi Suroboyo, Sartono Baby, Wiwin, Agung Kotes, Sudirman, dan anggota kelompok Solo Satu lainnya telah menuai ajal. Jika dirunut, masih ada pelaku perampokan lain yang dicurigai, yaitu kawanan perampok bersenjata api yang menggegerkan Kota Solo pada 2003. Mereka adalah yang merampok uang gaji pegawai PDAM di depan RS PKU Muhammadiyah, maupun yang beraksi di Pusat Perbelanjaan Goro Assalaam, Pabelan, Kartasura, Solo, yang menewaskan Abrip Khomeidi, anggota Polsekta Serengan. Prediksi itu, tentu saja berdasarkan analisis dan mengaji berbagai peristiwa serupa yang ada kemiripan modusnya. Bahkan, di antara serangkaian aksi perampokan di Solo, Sragen, Wonogiri, maupun kota lain, sangat kuat ada keterkaitan atau ada benang merah dari rangkaian berbagai peristiwa perampokan sebelumnya.(Sri Hartanto-33a) Perampokan di Awal 2005 1. Senin, 31 Januari: Empat perampok berpistol beraksi di BRI Masaran, Sragen. Kerugian uang tunai Rp 10 juta 2. Selasa, 1 Februari: Lima pelaku bersenjata api merampok rumah Suyudi di Desa Batu, Baturetno, Wonogiri. Kerugian Rp 35 juta berupa uang tunai dan perhiasan 3. Minggu, 6 Februari: Empat penjahat bersenjata pistol merampok Toko Emas Hanoman di Jalan Dr Rajiman, Pasarkliwon, Solo. Kerugian Rp 180 juta berupa perhiasan emas tiga kilogram. 4. Senin, 7 Februari: Empat pelaku bersenjata api merampok PT Fedex di Jalan Slamet Riyadi, Laweyan, Solo. Kerugian uang tunai Rp 8 juta, 100 dolar AS, berikut surat penting yang tersimpan di brankas. |