logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 NASIONAL
Line

Mandala Tergelincir di Bandara A Yani


TERPEROSOK: Pesawat Mandala nomor penerbangan RI 296 terperosok ke ujung timur batas landasan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun bandara A Yani Semarang ditutup hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.(55a)

SEMARANG - Pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI 296, Jumat petang kemarin pukul 17.27 tergelincir di Bandar Udara A Yani, Semarang.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan pesawat penerbangan Jakarta-Semarang itu. Namun sejak pukul 17.30, penerbangan dari dan ke Semarang ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan itu. Namun, diduga pesawat Boeing 737-200 itu pendaratannya kurang sempurna akibat cuaca buruk dan kondisi landasan yang licin lantaran hujan deras yang mengguyur Kota Semarang.

Pesawat yang mengangkut 92 penumpang, empat kru (pramugari), dan dua teknisi, itu tergelincir hingga melewati batas landasan pacu ujung sebelah timur Bandara A Yani sepanjang 20 meter. Roda depan pesawat terperosok ke tanah hingga separo badan roda dan roda belakang masih di dalam landasan bandara. Seluruh badan pesawat yang dikemudikan Kapten Pilot Iskandar Fatahudin itu, juga belum keluar dari pagar bandara. Dua mobil pemadam kebakaran disiapkan di sekitar pesawat untuk mengantisipasi jika terjadi ledakan.

Informasi yang diperoleh sampai tadi malam menyebutkan, seluruh penumpang selamat, hanya beberapa penumpang mengalami luka ringan akibat terbentur kabin. Selain itu, para penumpang yang dievakuasi, khususnya yang berusia lanjut, tampak shock.

Sesaat setelah kejadian, seluruh armada yang ada di bandara, termasuk taksi yang biasa ngetem, dikerahkan untuk mengevakuasi penumpang.

Pesawat bermesin Boeing 737-200 itu, seharusnya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pukul 15.45 WIB. Namun karena cuaca di Semarang buruk, keberangkatan tertunda sekitar satu jam. Pesawat baru take off dari Jakarta pukul 16.45, dan perjalanan ke Semarang 45 menit.

Yudo Indrawan (25) dan istrinya yang duduk di kursi kelas bisnis nomor 6D dan 6E mengungkapkan, para penumpang panik ketika terdengar benturan keras saat mendarat. "Para penumpang banyak yang menjerit ketakutan, beberapa orang terbentur kabin," jelasnya.

Penumpang lain, Tony FR Wakkum (34) mengungkapkan, sebenarnya ketika akan mendarat tidak ada tanda-tanda akan terjadi kecelakaan. Hanya, ia melihat dari jendela saat itu hujan turun lebat.

Tony yang juga anggota DPRD Kota Salatiga itu mengatakan, saat kali pertama direm oleh pilot, pesawat justru tidak berhenti. Kemudian terdengar kembali bunyi derit keras di dasar pesawat, saat pilot mengerem lebih dalam untuk kali kedua. Pada saat bersamaan itu pula, pesawat terhentak.

"Pada saat itu, pramugari mulai menenangkan seluruh penumpang agar tidak panik. Saya pun berusaha mengambil posisi menyelamatkan diri, jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dia.

Ia menuturkan, penumpang semakin panik ketika pesawat yang telah direm tersebut tetap meluncur, meskipun bergerak semakin pelan. Beberapa saat badan pesawat terasa bergetar, sehingga penumpang ada yang berteriak histeris karena ketakutan.

Selang beberapa detik kemudian, pesawat seperti anjlok dan berhenti. Namun, suara gemuruh tetap terdengar. "Setelah pesawat berhenti, banyak yang panik dan berusaha ingin cepat turun. Ada sekitar 15 menit hingga 30 menit, kami menunggu agar pintu dibuka," papar Tony.

Menurut dia, setelah pintu dibuka, penumpang diminta bersabar oleh pramugari agar tidak panik dan keluar berlahan-lahan. Di sekitar pesawat, puluhan petugas dan kendaraan ambulan sudah bersiap-siap melakukan evakuasi.

"Setelah itu, kami semua dievakuasi dengan mobil dan dibawa ke terminal penumpang bandara."

Insiden yang menimpa pesawat Mandala tersebut, menyebabkan ratusan calon penumpang tertahan di ruang tunggu bandara. Rencana keberangkatan mereka tertunda hingga batas waktu yang belum jelas. Paling tidak, dua kedatangan pesawat dan tiga keberangkatan dibatalkan.

Ratusan calon penumpang masih tampak gelisah menunggu kepastian keberangkatan. Mereka juga belum mendapat kejelasan dari perusahaan penerbangan maupun pihak bandara.

"Jumlah calon penumpang itu mungkin mencapai 200-an," kata Imam, dosen PTS di Semarang yang malam itu akan ke Jakarta dengan pesawat Mandala pukul 17.30.

Kepala Cabang PT Angkasa Pura I Bandara A Yani Semarang, Purnomo didampingi Kepala Cabang Mandala, Wahyu Budiadi menduga pesawat tergelincir karena landasan basah setelah berjam-jam diguyur hujan. Tapi dia belum bisa menyebutkan penyebab pasti. Akibat kecelakaan itu, jalur ke dan dari Semarang untuk sementara ditutup. "Penerbangan ke Semarang kemungkinan dialihkan ke Bandara Adi Soemarmo Solo atau ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta," jelasnya.

Mengenai sampai kapan penutupan bandara dilakukan, Purnomo menyatakan kemungkinan siang ini sudah bisa normal kembali dengan perkiraan proses evakuasi pesawat berjalan lancar. Tim evakuasi dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi semalam langsung berangkat ke Semarang dari Jakarta. "Kemungkingan Sabtu (12/2) pagi, tim tersebut akan mengevakuasi pesawat," tegasnya. (G2,rei,H2,G5-33a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA