| Sabtu, 12 Februari 2005 | MURIA |
Malam 1 Sura di RembangMeruwat Negeri dari Pantai KartiniREMBANG- Ada banyak cara untuk peduli terhadap korban bencana tsunami dan gempa di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut). Para orang kaya melakukan aksi peduli dengan hartanya. Para artis memanfaatkan popularitasnya dengan menggelar konser untuk mengumpulkan dana dari para penggemarnya guna disumbangkan ke Aceh. Lain lagi yang dilakukan Drs H Imam Suroso (Mbah Roso) dan Dra Hj Asih Marlyna (Jeng Asih). Dua tokoh supranatural itu ikut peduli Aceh dan Sumut. Caranya dengan menggelar ritual pada malam pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1426 H (1 Sura) di Pantai Kartini, Rembang. Pemilik Padepokan Bumi Wali Songo Pati yang berlokasi di Jalan Raya Pati-Kudus Km 4 telepon 0295-382185, itu mengajak sembilan santrinya untuk membantu meruwat Tanah Rencong dan Sumut khususnya, dan Indonesia pada umumnya dari bencana serupa. ''Saya dan Jeng Asih sebagai individu yang selama ini menekuni bidang supranatural, berusaha meredam segala bencana yang terjadi di negeri kita. Terutama bencana yang terjadi di Aceh dan Sumut, agar tidak lagi terulang. Ini juga sebagai upaya menenangkan arwah ratusan ribu korban tsunami dan gempa itu, agar tenang dan diterima Allah SWT di alam barzah,'' kata Mbah Roso. Sebelumnya, para peserta termasuk Mbah Roso dan Jeng Asih melakukan laku puasa tujuh hari tujuh malam.Tujuannya untuk membersihkan diri, baik lahir maupun batin sehingga bisa nyuwun kepada Allah SWT melalui lafalan doa. Bahkan, sebelum mengikuti kegiatan itu mereka harus mandi junub dan keramas suci. Menjelang ritual yang dilakukan pukul 00.00 (malam pergantian tahun-Red), para peserta melakukan shalat gaib dan hajat serta membaca tahlil. Mbah Roso menyiapkan sepasang wesi aji keris kembar Pusaka Pusar Kunci Bumi dan ditutup pelarungan tumpeng robyong ke tengah lautan oleh Jeng Asih. Sekitar pukul 04.00, ponsel Mbah Roso dihubungi rekannya yang berada di Aceh, yaitu Ipda Pol Syaifudin Anam - sebagian besar keluarga Syaifudin Anam menjadi korban keganasan tsunami-Red. Dia menceritakan adanya gempa susulan di Aceh. Namun, gempa itu tidak begitu lama, meski sempat membuat cemas masyarakat di sana. ''Masyarakat di Aceh sempat panik dengan adanya gempa itu. Namun, hanya beberapa saat kemudian bumi Serambi Mekah itu kembali tenteram. Mudah-mudahan Allah SWT tidak lagi memberikan bencana di Aceh, Sumut, dan wilayah lain di Indonesia,'' kata Mbah Roso.(D6-15s) |