| Sabtu, 12 Februari 2005 | MURIA |
Lingkungan Gundul Kali Suwatu BerlumpurPATI- Hasil penelusuran pascabencana banjir bandang yang membobolkan tanggul di hilir Kali Suwatu, Pati, ditemukan adanya bukti telah terjadi perusakan perbukitan di sepanjang hulu kali itu. Akibatnya, kawasaan perbukitan di sisi timur lereng Muria tersebut ketika terjadi banjir bandang, menggelontorkan lumpur. Dampak banjir disertai lumpur tersebut, kata Kepala Subdin Pengairan Diskimpras Kabupaten Pati Soetarno ST, telah merobohkan sebuah rumah warga di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, dan 13 lainnya rusak. Selain itu, ungkap dia, banjir juga merusak ruas jalan Tayu-Juwana, tepatnya di Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil. Khusus rusaknya ruas jalan itu, karena luapan air dari Kali Sonean tidak tertampung oleh Kali Golan. Akibatnya air melimpah ke jalan raya, yang berstatus dalam masa pemeliharaan oleh rekanan yang pada tahun anggaran 2004 menggarap perbaikan ruas jalan tersebut. Melihat faktor penyebab banjir bandang disertai hanyutnya lumpur, kini pihaknya tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, lingkungan di kawasan perbukitan lereng timur Muria yang semula banyak terdapat tanaman keras, sekarang sudah habis dibabat oleh warga. Sebagai gantinya, lereng perbukitan dengan kemiringan cukup curam tersebut sekarang banyak ditanami tanaman semusim, terutama ketela pohon. Tanah di kawasan perbukitan itu menjadi gembur dan bila diguyur hujan deras, lapisan tanah banyak yang ikut hanyut terbawa air. ''Air hujan bercampur lumpur itu kemudian masuk ke alur kali dan anak kali di sekitarnya. Karena tidak tertampung maka arus air itu pun melimpah menuju kawasan hilir,'' ujarnya. Limbah Kondisi itu, kata Soetarno, saat ini masih diperburuk dengan alur Kali Suwatu yang terus mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang tertinggal. Karena kondisi tersebut merata di sepanjang hilir, maka alur kali di kawasan itu menjadi sempit. Faktor penyebab lain, sudah puluhan tahun alur Kali Suwatu digunakan untuk membuang limbah padat dan cair oleh para pengusaha tapioka di Desa Ngemplak Kidul dan sekitarnya, seperti Desa Sidomukti, juga di wilayah Kecamatan Margoyoso. Karena itu, faktor penyebab sempitnya alur kali pun semakin lengkap. Penyebab pendangkalan yang semakin parah itu, masih belum lengkap jika tidak ditambah dengan buangan limbah padat dan cair dari sejumlah pengusaha yang memproduksi tepung pati aren. Sebutan itu lebih dikenal dengan pati onggok, termasuk produksi tepung pati yang diambil dari batang pohon rembulung. Masih ada satu lagi faktor penyebab lain yang juga mempunyai andil besar terhadap pendangkalan alur Kali Suwatu. Yakni, tepi bantaran kali bagian hilir sekarang ini banyak berdiri bangunan rumah tempat tinggal, yang tak lain adalah warga desa setempat. Karena itu, jika warga di sepanjang hilir kali tersebut tidak mempunyai kemauan untuk memindahkan bangunan rumahnya, pihaknya pun tak bisa berbuat apa-apa. ''Kalau bersedia pindah, kami akan mencoba merencanakan pengerukan. Meskipun sebatas bagian hilir.'' (ad-15s) |