| Sabtu, 12 Februari 2005 | KEDU & DIY |
Sultan HB X: Nelayan Boleh MelautYOGYAKARTA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X akan turun ke sepanjang Pantai Selatan mulai Glagah, Kulonprogo, sampai Sadeng, Gunungkidul untuk menyosialisasikan kondisi yang sebenarnya. Namun langkah tersebut baru dilakukan setelah berlangsung evaluasi antara Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Semarang serta Meteorologi Pangkalan TNI AU Adi Sucipto. Pertemuan ketiga pihak tersebut rencananya bakal berlangsung hari ini, Sabtu (12/2), di Kompleks Kepatihan. Mereka akan membicarakan keberadaan angin badai yang dulu dikabarkan sempat mengancam Pantai Selatan Yogyakarta. Seperti diberitakan, masyarakat Yogyakarta terutama yang berada di daerah pantai, resah dan panik setelah mendengar kabar bakal ada badai tropis. Pariwisata pantai lumpuh total, nelayan pun mengurungkan niatnya untuk melaut. Hanya satu-dua kapal saja yang memberanikan diri melaut. Gubernur menjelaskan, evaluasi dengan BMG serta Meteorologi Adi Sucipto itu untuk memperoleh gambaran mengenai kebaradaan angin. Apabila ternyata dari hasil evaluasi itu kondisi benar-benar sudah aman, dia akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pantai. ''Evaluasi untuk mengetahui apakah angin badai masih mengancam DIY atau tidak. Kalau sudah aman, kita akan berkeliling mulai dari Pantai Glagah di Kulonprogo sampai Sadeng, Gunung Kidul untuk menyosialisasikan bahwa kondisi sudah aman,'' papar HB X, kemarin. Kepada masyarakat dia juga berharap agar waspada dan berhati-hati, namun bukan berarti harus takut. Nelayan menurutnya tetap boleh melaut, tidak perlu mengungsi. Trauma Dihubungi terpisah, Serka Husein dari Subsi Meteorologi Adi Sucipto mengungkapkan, dari pantauan satelit angin cylon yang menyebabkan badai tropis sudah pecah, Kamis (10/2) lalu. Saat ini kondisinya normal dan angin bergerak dengan kecepatan 5 knot - 10 knot dengan jarak pandang 5 km - 10 km, sedangkan cuaca di DIY dan sekitarnya berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius yang kadang disertai angin kencang. Menurut Suroyo, Tim SAR Parangtritis, pergerakan air pantai masih normal. (D19-76n) |