| Sabtu, 12 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Pernikahan Charles Sulut Sentimen Republik AustraliaCANBERRA - Rencana pernikahan Pangeran Charles dan Camilla Parker-Bowles telah menyulut kembali perdebatan tentang republik di Australia. Kaum republik mengatakan, perkawinan itu bakal mendorong warga Australia mengamati Charles lebih cermat. Charles menurut rencana akan berkunjung selama sepekan mulai 28 Februari ke bekas koloni Inggris tersebut. Dia akan menjadi Raja Australia bila akhirnya naik takhta Kerajaan Inggris. Namun, sinyalemen bangkitnya sentimen republik di Australia dibantah PM John Howard. Dia mengatakan, perkawinan Charles dan Camilla yang dijadwalkan 8 April mendatang tidak akan berdampak hukum pada Australia. Berita-berita yang berkaitan dengan Kerajaan Inggris masih berdampak luas di Australia. Sebagai contoh, Australian Republican Movement (ARM), sebuah kelompok beranggotakan 4.000 orang, menyatakan jumlah orang yang mengunjungi situs internetnya melonjak cepat. Hal itu terjadi sejak Australia melunaskan pembayaran biaya pengamanan perjalanan Harry, putra Charles, ke negara tersebut pada 2003. ''Ini peningkatan terbesar anggota kami dalam tempo 12 jam, sejak merebaknya berita bahwa rakyat Australia harus membayar biaya pengamanan perjalanan Pangeran Harry di sini 18 bulan lalu,'' kata Direktur ARM Allison Henry kepada Australian Associated Press. Dia tidak mengatakan, berapa banyak anggota baru berhasil direkrut organisasi tersebut sejak rencana pernikahan Charles-Camilla diumumkan. Namun dia mengatakan, kotak email-nya penuh. Charles akan meluangkan pekan terakhir sebelum 8 April untuk berkunjung ke sekolah-sekolah, perkebunan, dan komunitas Aborigin di sekitar Perth, Kota Alice Springs (Australia tengah), Melbourne, Sydney, dan Canberra (ibu kota Australia). Pada 1999, rakyat Australia memilih tidak mau negaranya menjadi republik dan menolak untuk memutuskan hubungan dengan Ratu Inggris Elizabeth II. Ratu Elizabeth menjadi kepala negara Australia, tetapi dia tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk memveto undang-undang Australia. Dia diwakili oleh seorang gubernur jenderal di negara itu. Gubernur jenderal tersebut diangkat berdasarkan saran PM dan panglima angkatan bersenjata Australia. Howard, yang merupakan pendukung kerajaan, berharap perkawinan Charles dan Camilla berjalan baik. Menurutnya, pernikahan tersebut merupakan keputusan yang telah diduga dan masuk akal. Namun dia menambahkan, perkawinan itu sama sekali tak berkait dengan sistem pemerintahan Australia.(rtr-ben-52) |