logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Bom Sambut Kunjungan Rumsfeld di Irak

BAGDAD -Suasana khusyuk hari Jumat di Irak terkoyak oleh ledakan sebuah bom jibaku, kemarin. Bom mobil tersebut meledak di halaman masjid Syiah di Kota Balad Ruz bertepatan saat jamaah hendak meninggalkan masjid. Sedikitnya 13 orang tewas dalam insiden itu.

Kawasan di sekitar Bald Ruz merupakan tempat tinggal kaum Suni maupun Syiah. Insiden bom itu rupanya mengambil momentum tahun baru Hijriah.

Peristiwa berdarah itu juga bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld ke Irak, kemarin. Rumsfeld mengatakan, butuh waktu untuk membangun kekuatan bersenjata yang mampu menumpas pertumpahan darah di negeri itu.

Rumsfeld mendarat di Mosul, 390 km utara Bagdad, menjelang fajar. Kunjungan itu merupakan lawatan pejabat tertinggi Amerika sejak pemilu Irak 30 Januari lalu. Di hadapan prajurit AS, dia mengatakan pemilu itu merupakan hari berkah bagi Irak, namun masih banyak tantangan menunggu.

Kelompok Bertopeng

Sementara itu, di Bagdad terjadi aksi kekerasan yang menewaskan sembilan warga kota itu. Sekelompok pria bersenjata memasuki toko kue milik penganut Syiah di Bagdad timur, dan melepaskan tembakan ke sejumlah pengunjung toko. Belum diketahui jelas alasan mereka melakukan penembakan.

''Saya lihat mereka. Saya hendak ke luar rumah di depan toko kue itu ketika mereka melepaskan tembakan. Mereka bertopeng," kata Atheer Abdul Amir kepada kantor berita Reuters.

Kelompok Syiah memang sering menjadi sasaran kelompok garis keras Suni. Kelompok Suni menguasai Irak saat rezim Saddam Hussein. Kelompok ini dituding berada di balik serangkaian aksi kekerasan di negeri itu. Para ulama SYiah menegaskan, mereka tidak akan terperosok ke dalam perang saudara kendati terjadi serangan-serangan tersebut.

Komisi Pemilihan Irak masih melakukan cek terakhir atas sekitar 300 kotak suara. Hasil penghitungan akhir diharapkan sudah selesai beberapa hari mendatang.

Serangan bersenjata agak mereda usai pemilu, meski masih terjadi beberapa insiden. Pekan ini hampir 50 polisi, tentara dan warga Irak yang tergabung dalam pasukan bersenjata tewas akibat serangan bom jibaku di Bagdad, Baquba dan Mosul.

Jumat kemarin, mayat empat orang polisi ditemukan di Haswa, sebelah selatan Bagdad.

Kamis lalu, baku tembak antara militan dan polisi pecah di Salman Pak, sebelah timur laut ibukota. Polisi mengatakan, 10 orang polisi dan 20 milisi tewas. Sedikitnya 65 polisi terluka.

Helikopter-helikopter AS dikerahkan ke lokasi pertikaian. Pada tayangan televisi, tampak kendaraan-kendaraan polisi dibakar dan mayat-mayat berserakan.

Polisi menangkap tiga warga Iran dan dua warga Arab Saudi ditangkap yang diduga terkait dengan baku tembak itu.(rtr-gn-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA