| Sabtu, 12 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
PM Abbas Pertahankan GencatanGAZA - Pemimpin Palestina Mahmud Abbas saat ini berupaya keras mempertahankan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Berbagai laporan menyebutkan, Abbas akan bertemu jajaran pemimpin kelompok perlawanan garis keras Palestina, menyusul sejumlah serangan terhadap permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Sebelumnya, Abbas mencopot tiga pejabat tinggi keamanan karena dianggap gagal mencegah serangan. Israel menyatakan, bila Abbas gagal menghentikan kekerasan, mereka bisa saja menyerang kelompok garis keras Palestina terlepas dari gencatan senjata yang disetujui awal minggu ini. Wakil Menhan Israel Zeev Boim memuji langkah aktif Abbas, namun dia menyatakan Abbas seharusnya menindak kelompok garis keras dan mengingatkan bahwa kesempatan untuk berdamai dengan Israel makin lama makin tipis. Kelompok perlawanan garis keras Hamas, Kamis lalu, melancarkan serangan mortir dan roket terhadap permukiman Yahudi, dan mereka menyatakan tidak terikat kesepakatan gencatan senjata antara Pemerintah Palestina dan Israel. Wartawan BBC di Gaza melaporkan, serangan Hamas terhadap permukiman Yahudi itu dianggap tantangan besar bagi Abbas. Abbas tampaknya yakin dia tidak akan bisa menundukkan Hamas melalui kekuatan senjata. Johnston mengatakan, militer Israel yang sudah sangat canggih itu sudah bertahun-tahun berusaha menghentikan serangan roket namun selalu gagal. Wartawan BBC di Gaza melaporkan, Abbas terlihat tidak punya rencana untuk menghadapi Hamas secara militer dan selalu menekankan penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi. Sekretaris Kabinet Palestina Hassan Abu Libdeh, dalam pertemuan kemarin dengan kelompok garis keras, mengatakan Abbas akan menekankan kepada kelompok-kelompok itu bahwa hanya ada satu Pemerintah Palestina dan satu kepemimpinan. Abbas tidak akan bisa menerima siapa pun yang membahayakan proyek nasional. ''Otoritas Palestina tidak akan menoleransi aksi apa pun yang akan menggagalkan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel,'' jelasnya.(bbc-46) |