logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Februari 2005 BUDAYA
Line

Pengumpulan Dana di Jepara Melebihi Bandung

JEPARA - Hujan deras tak menghalangi penggemar Iwan Fals dan Slank untuk menyaksikan aksi bintang pujaan mereka di panggung hiburan Taman Wisata Pantai Kartini Jepara, Jumat (11/2) petang. Jika dilihat dari dana yang terkumpul, tur amal untuk penggalangan dana bagi korban tsunami di Aceh dan Sumut itu terhitung sukses.

Dana yang terkumpul Rp 122 juta dari hasil penjualan tiket Rp 25 ribu per lembar. Panitia memang tak hanya menjual tiket dekat pintu masuk tempat pementasan, jauh hari sudah menjual tiket di beberapa tempat. Jumlah itu lebih besar dibanding penjualan di Bandung, Rabu (9/2), yang mengumpulkan Rp 110 juta.

''Kota Kembang'' dipilih sebagai tempat pertama konser musik dari rangkaian tur ''A Mild Live:Bersatu dalam Damai'' yang diagendakan akan menyinggahi 27 kota di Indonesia. Panitia menargetkan bakal mengumpulkan Rp 3 miliar dari tur yang akan berakhir di Jakarta, 10 April 2005.

Setelah dari Jepara, Slank dan Iwan Fals akan tampil Stadion Diponegoro Semarang, Minggu (13/2) pukul 15.00.

Hujan Deras

Konser di Jepara berakhir menjelang maghrib, agak molor dari jadwal yang ditentukan. Ini terjadi akibat hujan deras. Menjelang jam tiga sore, hujan mengguyur deras. Sekitar pukul 16.15, Slank naik panggung, mengawali konser dengan lagu wajibnya, Lo Harus Grak dan Mars Slankers.

Ribuan Slankers, kelompok penggemar Slank, dan OI (Orang Indonesia) wadah penggemar Iwan Fals langsung hanyut mengikuti hentakan musik. Tak peduli hujan deras membasahi tubuh dan pakaian mereka. Tepat pukul 17.00, giliran Iwan Fals naik panggung. Dengan gitar dan harmonikanya, penyanyi yang mulai ngetop awal 1980-an berkat lagu ''Umar Bakri'' itu langsung akrab dengan warga Jepara. Maklum saja, tahun 2002, Iwan pernah tampil di Stadion Kamal Djunaidi Jepara.

Seperti mengingatkan akan bahaya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang rencananya akan dibangun di pantai utara Kabupaten Jepara, Iwan pun mengajak yang hadir untuk menolak PLTN lewat lagu Ketinggalan Zaman, setelah membuka dengan lagu Aceh Investigation.

Di atas panggung sendirian selama kurang lebih dua puluh lima menit, Iwan disusul Kaka dan kawan-kawan. Mereka pun berkolaborasi hingga pukul 18.05 dengan lagu penutup ''Bendera 1/2 Tiang'' dan ''Kesaksian''. Sebagian besar lagu yang ditampilkan di Bandung, kembali dibawakan di Jepara. Hanya saja, jika di Bandung ada 29 lagu yang ditampilkan, di Jepara dari rencana 23 lagu ternyata ada yang tak jadi ditampilkan, ''Gosip Jalanan'', ''Juwita Malam'', dan ''Indonesia Una''. (kar-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA