| Sabtu, 12 Februari 2005 | BANYUMAS |
Kacang Kancil Lebih Disuka PabrikanBANJARNEGARA- Kacang tanah varietas kancil ternyata lebih disuka pabrikan daripada varietas lokal. Selain lebih banyak buah di satu pohon, kacang itu juga besar-besar. Karena itulah Dinas Pertanian menguji coba kacang kancil di laboratorium lapangan di Kecamatan Purwanegara. ''Perusahaan kacang Garuda di Pati lebih menyukai varietas kancil. Ukuran kacang di satu tanaman relatif besar. Lain dari varietas lokal. Jadi memang varietas ini diarahkan untuk pabrikan,'' kata petugas penyuluh lapangan (PPL) Sunaryo, kemarin. Dia menuturkan hal itu di sela-sela panen kacang di lahan 5 ha di Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara. Panen itu secara simbolis dilakukan Bupati Djasri. Hanya 1 ha dari 5 ha lahan yang ditanami kancil karena keterbatasan benih. Dia menyatakan pada penanaman awal sekitar 5% bibit mati. Kematian itu lebih karena bibit belum dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun varietas itu lebih mampu bertahan menghadapi penyakit karot daun dan bercak daun ketimbang varietas lokal. ''Pada usia 100 hari, kancil bisa bertahan dan kacangnya pun besar-besar. Varietas lokal biasanya hanya bertahan pada umur 70 hari. Penyakit itu khusus menyerang daun. Padahal, daun sangat penting untuk pertumbuhan kacang tanah.'' Pengembangan Pada panen perdana terungkap, lahan 1 ha menghasilkan 3,8 ton kacang polong basah. Jika kacang lokal hanya menghasilkan sekitar 10 buah setiap tanaman, sedangkan kancil menghasilkan 20-30 buah. ''Karena itu kami akan mengembangkan varietas ini.'' Dia menyatakan laboratorium lapangan di Kecamatan Purwanegara merupakan bagian proyek pengembangan sentra kacang tanah Dinas Pertanian. Total dana APBN 2004 untuk proyek itu Rp 400 juta. Namun hanya 60% sebagai bantuan langsung ke masyarakat. Sementara itu, Bupati Djasri meminta masyarakat Desa Parakan tak terlalu terpaku pada penanaman singkong yang menjadi usaha turun-temurun. Sebab, lahan masyarakat tak bertambah. Jadi petani perlu memikirkan jenis tanaman lain yang lebih menghasilkan keuntungan. ''Luas tanah Bapak-bapak kan tak bertambah. Kalau hanya menanam singkong hasilnya segitu saja. Sekarang coba tanam tanaman lain, seperti kacang yang diujicobakan ini. Jadi lebih memberikan keuntungan,'' katanya.(F10-86) |