| Jumat, 11 Februari 2005 | PANTURA |
Ditangkap, Larikan Sepeda Motor TemanBATANG - Kerja sama tim jajaran Polres Batang, berhasil mengungkap pelaku pencurian motor Honda Supra X G-6881-LC milik Zubaedah, penduduk Desa Sojomerto, Kecamatan Reban. Batang. Ternyata, pelakunya Mustofa (23), penduduk Dusun Plungutan, Desa Banteng, Kecamatan Tersono, Batang, yang tak lain adalah teman suami korban, Syafii yang sudah biasa berkunjung ke rumah korban. Peristiwa itu terjadi Sabtu (6/12) 2004 sekitar pukul 18.30, ketika tersangka bermaksud mencari Syafii. Namun, ternyata rumah dalam keadaan sepi, sedangkan di depan teras ada sepeda motor Honda, yang kunci kontaknya tergeletak di atas meja ruang tamu. Melihat hal itu, timbul niat jahat Mustofa untuk membawa motor milik temannya tersebut. Tanpa kesulitan, dia langsung membawa Honda Supra X ke luar rumah Zubaedah. Selanjutnya, malam itu juga ia menuju Sukorejo dengan rute Reban-Bawang-Plantungan. Namun saat motor akan dijual, ternyata tidak laku. "Selanjutnya, motor saya titipkan kepada salah satu bengkel di Sukorejo. Kemudian, pagi harinya saya kembali ke rumah Syafii," ujar tersangka saat diperiksa tim penyidik Satreskrim yang dipimpin AKP Guki Ginting. Saat di rumah korban itu, tersangka pura-pura akan ikut membantu mencarikan motor yang hilang. Setelah itu, Mustofa kembali lagi ke Sukorejo. Selanjutnya, motor tersebut diganti onderdilnya serta roda depan dan belakang. Di samping itu, juga bagian dalam mesin. "Selanjutnya, saya dapat uang tombokan Rp 700.000. Namun yang saya terima hanya Rp 400.000; yang Rp 300.000 dibagi-bagi untuk makelar," tutur Mustofa. Kemudian, Sabtu (5/2) 2005 malam tersangka membawa motor itu pulang ke Tersono. Tapi, saat sampai di Pujut, sekitar pukul 23.30, motor itu mogok. Karena kebingungan tidak bisa memperbaiki, tersangka menyembunyikan motornya di bawah pohon cengkih. Tak Pernah di Rumah Motor itu ditemukan tukang ojek, yang langsung melaporkannya bersama perangkat Desa Pujut Tohari ke Polsek Tersono. Mendapat laporan itu, Kapolsek Ipda Sunarto bersama Kaniresintel, Bripka Supriyono, Brigadir Waridi, dan Brigadir Basirun mengambil Honda Supra yang ditinggal di kebun cengkih. Sementara itu penyelidikan yang dilakukan Kapolsek Reban, Iptu Gumana bersama Kaniresintel, Brigadir Giyana, telah menemukan titik terang atas hilangnya motor milik Zubaedah. Sebab, sejak peristiwa itu Mustofa tidak pernah di rumah. Bahkan pada waktu malam, ia lebih sering tidur di gubuk, di ladang, atau di sawah. Menurut Kapolres, AKBP Muhari SH , tersangka kini masih diperiksa secara intensif, sedangkan sepeda motor telah diamankan sebagai barang bukti kejahatan.(ar-14a) |