logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Sulut Lilin, Doakan Keselamatan Negeri

RINTIK hujan, Selasa (8/2) sekitar pukul 20.30, pada malam Tahun Baru Imlek 2556 tak menyurutkan langkah satu keluarga keturunan Tionghoa datang ke Kelenteng Hok Tek Bio, Pasar Wage, Purwokerto. Seorang ibu, dua orang anak, dan seorang menantu itu langsung memasuki kelenteng.

Mereka memegang lilin kecil yang menyala dan berkeliling mencari lilin raksasa berukuran 1-2 m yang disumbangkan ke kelenteng untuk dinyalakan. Ratusan lilin raksasa tertata di beberapa titik persembahyangan. Setelah menemukan dan menyalakan lilin satu per satu, keluarga itu menyulut hio.

Di depan para dewa, mereka mengangkat kedua tangan yang memegang tiga batang hio ke atas kepala. Dengan khusyuk mereka berdoa, memohon keselamatan, kesehatan, dan kelancaran usaha.

Makin malam kian banyak warga keturunan Tionghoa di Purwokerto yang datang ke kelenteng. Kepulan asap dan bau hio terbakar makin menyengat hidung. Penerangan dari ratusan lilin dan lampion berwarna merah menambah suasana di dalam kelenteng makin sakral.

Penyumbang lilin untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2556 di Kelenteng Hok Tek Bio tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Ada ratusan lilin raksasa. Ketua Kelenteng Hok Tek Bio, Karman Giat Budoyo, menuturkan jumlah lilin meningkat empat kali lipat dari tahun lalu.

''Ada kepercayaan, orang yang menyalakan lilin di kelenteng pada malam Tahun Baru akan diberi penerangan sepanjang tahun. Mudah cari rezeki,'' ujar Li Hok Beng alias Pak Mantep, Seksi Peribadatan Kelenteng Hok Tek Bio.

Seusai menyalakan lilin, mereka bersembahyang menurut kepercayaan masing-masing. Pada malam tahun baru itu, kata dia, orang yang datang ke kelenteng adalah penganut Tao, Buddha, dan Konghucu yang dikenal dengan umat Tridarma.

Pada Tahun Baru Imlek 2556, yang merupakan Tahun Ayam, kata dia, umat yang datang ke Kelenteng Hok Tek Bio diminta mendoakan sesama manusia yang tertimpa bencana gempa dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.

Tahun Baru Imlek selalu disambut warga Tionghoa dengan penuh harapan. Rangkaian kegiatan pun cukup panjang. Setelah sembahyang dan berdoa, pada tanggal 1 malam, Rabu (9/2), yang tak kalah penting adalah acara sin tjia, yakni makan bersama.

Makanan khas yang selalu tersaji pada tahun baru adalah kue keranjang dan mi. (Sigit Oediarto-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA