logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 08 Februari 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tahun Baru Imlek 2556

Pada Tahun Baru Imlek, tahun 2556 ini; kedudukan Dewa Kebahagiaan (Shi Shen) dan Dewa Penolong (Gwee Shen) berada di Timur Laut. Maka bagi yang akan menyambutnya bisa bersembahyang menghadap ke arah Timur Laut tersebut.

Sembahyang pada malam Sin Cia 8/9 Februari 2005 :

antara jam 23.30 s/d jam 24.50 WIB

jam 01.00 s/d jam 03.00 WIB

jam 03.00 s/d jam 05.00 WIB

jam 07.00 s/d jam 08.50 WIB (pagi)

Waktu keluar rumah yang baik antara jam 07.00 s/d 10.50 siang.

Tahun 2556 dilihat dari 60 sio (Lu Se Fa Cia) simbolnya Yii Yeou, yang artinya Ayam Air (air dari mata air) jadi sama persis dengan tahun 1945, bahkan nomor Lo Su juga sama yaitu 8 putih, Dai Swee-nya di Barat.

Maka selama tahun ini, sebaiknya jangan mendirikan rumah atau bong menghadap ke Barat, maupun menghadap ke Tenggara.

Sebaliknya yang menghadap ke Utara dan ke Selatan akan mendapat berkah. Sedang yang Ciong (naas) tahun ini yang shio Ayam kayu 25 tahun, 85 th. Shio Kelinci umur 7, 43, 67 tahun. Shio Kuda umur 16, 52, 76 th. Terakhir shio Tikus 34 tahun.

Demikian seputar Tahun Baru Imlek 2556, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca yang percaya. Terima kasih.

Sie Joe Seng

Jl Saudagaran 25 Sukorejo, Kendal

***

Polisi Menertibkan atau Menjebak?

Semboyan polisi adalah ''Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat'' adalah indah jika dilaksanakan dengan baik. Namun, realitas jauh dari ideal. Hal ini banyak dijumpai dalam fenomena yang berkembang saat ini. Mulai kekerasan, tilang yang ''dibuat-buat'' sampai pembuatan SIM yang memberatkan.

Di Jepara, fenomena tidak idealnya tugas polisi banyak terjadi. Di antaranya di pos polisi depan pasar Pecangaan. Bermula dari proyek perbaikan jembatan beberapa bulan lalu. Setelah proyek selesai, pihak polisi memberlakukan sistem satu arah bagi kendaraan roda empat.

Yang boleh melintas kendaraan dari arah Kudus/Semarang menuju ke Jepara. Sedang dari Jepara menuju Kudus/Semarang diharuskan memutar ke Desa Rengging melewati Desa Pulodarat, pertigaan SMU 1 tembus sampai sub terminal Pecangaan. Jalannya sudah hotmiks

Tujuannya mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas di depan pasar Pecangaan, terutama pada hari-hari pasaran (Jumat dan Senin). Awalnya saya mendukung, namun dalam pelaksanaan selama beberapa bulan ini, kebijakan tersebut justru ''menjebak'' kendaraan yang menuju Kudus/Semarang.

Terutama kendaraan dari luar kota. Ini (mungkin) karena kelalaian pengemudi, tapi bisa juga justru yang diharapkan pihak polisi agar bisa ''ngemel''. Harusnya, di pertigaan depan SMU 1 Pecangaan ditempatkan petugas yang selalu mengatur arus lalin dari Jepara menuju Kudus/Semarang.

Memang, di tempat itu sudah dipasang rambu sangat jelas, tapi menurut saya masih kurang disosialisasikan. Hampir tiap hari ada saja pengemudi yang ''tertangkap basah'' melanggar aturan tersebut. Walau mungkin hanya Rp 10.000, apakah ini yang diharapkan polisi?. Bahkan kadang dengan alasan yang dibuat-buat.

Harusnya, kalau mau, tertibkan saja pengemudi motor yang masih banyak tidak mengenakan helm atau pengemudi bus yang seenaknya parkir di depan pasar Pecangaan. Juga pengemudi yang tidak memakai sabuk keselamatan. Apakah polisi tidak berani?

Mustofa

Pecangaan Kulon Rt 4/Rw 7, Jepara

***

Selamatkan Alamku

Dieng Plateau merupakan salah satu tujuan ODTW (Objek Daerah Tujuan Wisata) terletak 26 Km dari Kota Wonosobo. Mungkin karena cuacanya yang sejuk, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara seperti Belanda, Jerman serta lainnya tertarik berkunjung ke Dieng.

Ditambah pula dengan panorama alam yang masih virgin (alami) akan makin menambah kesan tersendiri bagi wisatawan. Sayangnya, salah satu aset daerah tersebut kurang mendapat perhatian khusus baik dari Pemkab maupun masyarakat sekitar.

Contoh, Telaga Warna yang dulunya begitu indah dengan berbagai warnanya, sekarang berubah menjadi pudar. Hal ini karena banyak ganggang yang hidup di telaga tersebut mati terkontaminasi sampah yang mengendap. Aset tersebut harus diupayakan dijaga dan dilestarikan tanpa merusaknya dengan tindakan destruktif.

Mungkin dengan memberikan logo ''Selamatkan Alamku'', akan menggugah setiap orang peduli serta concern akan keindahan yang diberikan Tuhan.

Himawan Adi W.

Mahasiswa Unsiq Wonosobo

***

Indosat dan Pulsa

Awal Januari 2005 saya terima SMS dari Indosat nomor 3433 yang isinya tawaran untuk beberapa program acara humor, biayanya Rp 1.450/SMS. Karena dikirim berulang-ulang akhirnya saya membalas untuk sekadar tahu. Setelah itu saya kembali menerima SMS yang isinya ucapan selamat datang dan terima kasih.

Juga sekaligus pemberitahuan bahwa saya sudah bergabung dengan program acara yang mereka tawarkan dengan biaya Rp 850/SMS, tanpa meminta persetujuan saya lagi. Beberapa menit kemudian saya menerima SMS lagi yang isinya sesuai program acara yang mereka tawarkan.

Sampai di situ sebenarnya tidak ada masalah, tetapi pada hari berikutnya secara terus-menerus saya menerima SMS dan ternyata setelah dicek pulsa saya selalu berkurang Rp 850 untuk setiap kali merima SMS. Saya berusaha menghubungi Indosat untuk membatalkan/menghentikan pengiriman SMS tersebut.

Namun tidak ada respon karena mungkin nomor tersebut merupakan program komputer. Saya imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan menanggapi SMS semacam itu. Kepada pengirim/Indosat agar segera menghentikan kegiatan tersebut karena merugikan masyarakat.

Acara tersebut tidak didahului kesepakatan kedua pihak secara sukarela yang merupakah salah satu syarat syahnya suatu perjanjian sebagaimana diatur dalam pasal 1320 KUHPerdata. Pengurangan pulsa tersebut merupakan tindak kejahatan pencurian sebagamana diatur dalam KUHP pasal 362 karena tidak meminta izin lebih dulu dari pemiliknya.

Ayadi SH

Kp Baru Rt 2/Rw 1Kedawung, Sragen

***

Naik PO Santoso

Saya pelanggan bus Santosa yang para kru terutama sopirnya sangat profesional dalam menjalankan kendaraan di jalan raya sehingga saya merasa nyaman. Tapi pada perjalanan terakhir 9 Januari 2005 naik bus malam Santosa AA 2531.. seri ''N'' saya merasa kecewa karena busnya mogok berkali-kali.

Yang saya herankan bus sebelum berangkat pasti dicek dulu apakah layak untuk perjalanan jauh atau tidak. Jadi kenapa hal itu harus terjadi dan terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanan. Akibatnya sebagian penumpang turun sebelum sampai ke tujuannya.

Termasuk saya yang seharusnya tujuan ke Kalideres harus turun di jembatan Gantung (Cengkareng). Mana sudah terlambat lagi karena seharusnya tiba di tujuan pukul 04.30 molor sampai 08.00. Tentunya para penumpang lain pun juga merasa kecewa.

Saya juga merasa kasihan pada sopir dan kernetnya yang harus belepotan oli di tengah malam karena berkali-kali membetulkan kerusakan busnya. Mohon pihak perusahaan benar-benar meneliti dan mengecek bus-busnya sebelum dioperasikan, sehingga para pelanggannya selalu bangga atas pelayanan Anda.

Sri Lestari

Tegalsari Rt 4/Rw 4 Jumoyo, Magelang


HexWeb XT DEMO from HexMac International

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA