| Selasa, 08 Februari 2005 | MURIA |
Usai Jamas, Pakaian Akan Dilarung
BLORA - Seluruh personel yang terlibat dalam acara ruwatan ageng Blora yang akan digelar Jumat (11/2) terlihat sibuk mempersiapkan acara tersebut. Menurut Sekretaris Panitia H Soekarno SH, ruwatan dilakukan untuk menghilangkan aura sukerta yang ada di Kabupaten Blora. Pada Jumat siang mendatang, sebelum pergelaran wayang dengan lakon Purwakala digelar, Bupati Ir H Basuki Widodo dan Ketua DPRD HM Warsit SPd akan memakai pakaian serbaputih dan disiram jamas dengan air bunga yang dimantrai. Seusai mandi jamas, pakaian putih-putih itu akan dilarung ke laut selatan. ''Acara ini termasuk salah satu upaya untuk membuang sengkala, aura untuk menjauhkan kesialan bagi seluruh masyarakat Blora,'' jelasnya. Khusus untuk acara ini, kata Soekarno, akan melibatkan dua dalang khusus yang biasa mengadakan ruwatan, yakni Ki Dalang Samsu dari Jepon dan Ki Dalang Sujak dari Bogorejo. Dia mengatakan, tidak semua dalang bisa menggelar acara tersebut. Saat ini ada tiga dalang di Blora yang bisa melaksanakan acara itu, yakni Ki Samsu, Ki Damin, dan Ki Sujak. ''Jadi nanti antara Ki Samsu dan Ki Sujak akan saling membahu dalam acara ruwatan itu,'' ungkap Soekarno. Lebih lanjut Soekarno mengemukakan, pada malam puncak ruwatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tersebut dapat dikatakan sebaga ajang pesta rakyat. Pergelaran wayang semalam suntuk itu akan menampilkan dalang kondang dari Tegal, Ki Enthus Susmono, sedangakan lakon yang akan dibawakan adalan Pandawa Samrat. (ud-90n) |