logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Februari 2005 PANTURA
Line

Mayoritas Keluarga Pra Sejahtera

Korban Lisus Kesulitan Perbaiki Rumah

KAJEN - Korban bencana angin lisus di Desa Sembungjambu, Bojong, Kabupaten Pekalongan , hingga kemarin masih kesulitan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak. Pasalnya, sebagian besar korban adalah dari keluarga prasejahtera.

Casimi (70), salah serang korban yang rumahnya ambruk dihempaskan lisus, belum bisa membersihkan dan memperbaikinya karena tak punya biaya.

''Ibu saya hanya seorang kuli keceh (membatik-red), jadi tidak bisa memperbaiki rumah,'' ujar Alipah (35), putri Casimi mengungkapkan kesulitan ibunya.

Alipah yang tinggal dengan ibunya, akhirnya mengungsikan sang ibu beserta ketiga anaknya ke rumah tetangga. Dia dan suaminya, tidur di luar, di samping reruntuhan rumah.

''Kondisi ekonomi kami sebelumnya sudah sulit. Anak saya saja berhenti sekolah, karena kami tak bisa membayar biaya,'' paparnya.

Kesulitan yang sama juga dikemukkan oleh Rokhiyatun (50). Janda beranak tujuh itu mengaku pusing, begitu bagian tengah rumahnya tertimpa pohon sengon yang ada di samping rumah. Namun begitu, dia lebih beruntung karena pemilik pohon tersebut mau membantu memperbaiki rumahnya yang rusak parah.

Rokhiyatun juga mengaku bersyukur, karena nyawanya selamat. Padahal, pohon itu jatuh di dekatnya, yang saat itu masih ada di dapur.

''Kulo takseh wonten wingking; moro-moro brug! wit ngambruki griyo (saya masih ada di belakang, tiba-tiba brug! pohon jatuh menimpa rumah),'' ujarnya.

Saat itu, anak-anaknya yang ada di ruang tamu bahkan mengira ibunya tertimpa pohon. Mereka menangis, dan berteriak-teriak memanggil namanya. Rokhiyatun, saat itu mengaku ketakutan dan langsung keluar rumah. Di tempat itu, anaknya menangis dan memanggil namanya.

Camat Bojong, Soetrisno SSos didampingi stafnya kemarin membenarkan, sebagian besar korban lisus memang keluarga prasejahtera. Pihaknya sudah melaporkan ke Pemkab, dan dia berharap secepatnya warganya mendapat bantuan, khususnya untuk perbaikan rumah.

Warga Sembungjambu, kata dia, juga berencana bekerja bakti untuk membantu memperbaiki rumah warga. Dia berharap, semua pihak bisa bersama-sama membantu saudaranya yang sedang kesusahan, khususnya untuk memperbiki rumah.

Waspada

Angin lisus, Selasa lalu (1/2) juga terjadi di Desa Bukur. Camat minta kepada warganya, khususnya yang tinggal di daerah terbuka, untuk waspada dengan berbagai bencana, termasuk angin lisus.

Selain Sembungjambu, kata dia, ada dua desa yang rawan bencana lisus, yaitu Desa Bukur dan Kalipancur.

''Saya sudah sering memberikan imbauan dalam pertemuan desa, agar berhati-hati dan waspada saat musim hujan seperti ini,'' tandasnya. (G16-90a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA