| Senin, 07 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Thaksin Klaim Menangi PemiluBANGKOK - Perdana Menteri Thaksin Shinawatra mengklaim menangi pemilihan umum Thailand Minggu kemarin. Dia mengucapkan terima kasih kepada para pemilih atas dukungan mereka secara ''melimpah''. ''Partai Thai Rak Thai menang karena kita bekerja keras dan mengabdi selama empat tahun terakhir, dan berhasil mewujudkan banyak sasaran kita, khususnya memerangi kemiskinan, yang telah memenangkan hati masyarakat,'' katanya kepada para wartawan ketika tiba di markas partainya. ''Saya berterima kasih kepada para pemilih atas melimpahnya dukungan mereka terhadap partai saya,'' lanjutnya. ''Saya gembira, namun pada sisi lain saya masih khawatir. Saya gembira karena rakyat telah memberikan dukungan sangat besar kepada partai saya, namun saya prihatin karena pekerjaan berat masih menunggu di depan,'' katanya. Menurutnya, jika hasil sementara pemilu itu benar, Thai Rak Thai memiliki lebih dari cukup kursi untuk menyusun pemerintahan satu partai. Dia menambahkan bahwa dia masih perlu berbicara dengan rekan koalisinya sekarang, Chart Thai. Hasil exit poll, yang diadakan bersama oleh enam saluran televisi dan satu universitas Bangkok, menunjukkan partai Thai Rak Thai pimpinan Thaksin meraih 329 dari 400 kursi konstituante dan 70 dari 100 kursi yang tersedia di sistem perwakilan proporsional partai. Oposisi Akui Kalah Oposisi utama Partai Demokrat segera mengaku kalah. ''Saya ingin mengucapkan selamat kepada Thai Rak Thai karena mencapai tujuannya menjadi pemerintahan satu partai,'' kata Pemimpin Demokrat Banyat Bantadtan kepada wartawan. ''Saya ingin mendorong dua partai oposisi lain bergabung dengan Partai Demokrat dalam memantau pemerintah demi kepentingan rakyat,'' jelasnya. Hasil tersebut, jika dikuatkan dalam penghitungan resmi akhir, akan memberi Thaksin kemenangan mutlak bersejarah kedua dan dengan mudah menjadikannya pemimpin terpilih paling kuat dalam sejarah Thailand. Thaksin merupakan satu-satunya perdana menteri terpilih dalam sejarah Thailand yang rawan kudeta, yang menyelesaikan masa jabatannya. Dia adalah salah satu orang terkaya di negara itu, yang mulai berkuasa pada 2001 dengan program membebaskan biaya kesehatan dan memberi bantuan untuk daerah pedesaan. Hasil penghitungan suara dari seluruh negara di Asia Tenggara itu masih terus berdatangan, dan Komisi Pemilihan memperkirakan baru bisa merampungkan penghitungan akhir pukul 11.00 Senin ini. Thaksin, mantan polisi dan pengusaha telekomunikasi yang memangku jabatan setelah menang mutlak dalam pemilu Januari 2001 sebagai pemimpin partai Thai Rak Thai (TRT), berencana memerintah tanpa mitra koalisi dalam masa jabatan keduanya. ''Kami ingin menjadi pemerintah satu partai,'' kata Thaksin saat pertemuan umum di Bangkok, Jumat. Dia ingin menjauhkan diri dari mitranya saat ini, partai Chart Thai. Sebanyak 44 juta orang yang memenuhi syarat untuk memberi suara di Thailand diduga memberikan suara mereka dalam pemilihan umum, enam pekan setelah tsunami dari Samudera Hindia menerjang enam provinsi negeri itu, sehingga menewaskan hampir 5.400 orang. Partai Thaksin mengincar sedikitnya 350 dari 500 kursi, margin kemenangan yang dikhawatirkan pesaingnya akan membuat pemerintah jadi diktator melalui pemilihan umum. Karena demikian banyak kursi dikuasai TRT, oposisi takkan mampu melancarkan mosi untuk mencela Thaksin atau partainya. Banyak pengritik khawatir TRT akan menyerahkan terlalu banyak kekuasaan kepada PM tersebut, yang mereka cap kian bersikap otoriter.(rtr-niek-ant-46) |