logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Iran Tolak Hentikan Aktivitas Nuklir

WINA - Iran, yang dituduh Washington mengembangkan senjata nuklir, menolak permintaan Eropa agar menghentikan aktivitas pengolahan nuklirnya. Uranium yang diperkaya bisa digunakan untuk membuat senjata, kata diplomat Iran dan Barat.

Menjelang putaran ketiga perundingan dengan Iran di Jenewa Selasa besok, Prancis, Inggris, dan Jerman punya tugas membujuk Iran agar mengubah langkah menghentikan sementara program produksi bahan bakar nuklirnya menjadi penghentian secara permanen.

Washington menyatakan, Iran menggunakan program energi nuklir sipil sebagai samaran untuk membuat senjata. Namun Teheran membantah tuduhan tersebut.

Republik Islam itu bersikeras, program tersebut untuk kepentingan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) guna memenuhi permintaan energi yang terus meningkat.

''Eropa tahu, penghentian aktivitas pengayaan uranium tidak berhasil,'' kata juru runding Irak, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Reuters. ''Kami harus menemukan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak, bukan satu pihak saja, tentang isu nuklir tersebut.''

Jadi Pengekspor

Sirus Naseri, juru runding lain Teheran, mengatakan Iran yang kaya minyak bertekad menjadi negara pengekspor bahan bakar atom. ''Kami bertekad untuk menjadi pemain,'' katanya.

Para diplomat Barat mengatakan, perundingan tertutup pekan ini akan menjadi pertemuan ''kelompok kerja'' tingkat pakar yang kemungkinan kecil menghasilkan langkah terobosan.

Seorang ulama senior Iran mengatakan kepada jamaah shalat jumat di Teheran, tiga negara besar Uni Eropa perlu memahami bahwa Iran tidak akan pernah menghentikan program bahan bakar nuklirnya. ''Kami tidak punya harapan besar atas perundingan tersebut,'' kata Ayatollah Ahmad Janati, dalam suatu khotbah yang disiarkan televisi negara.

Para diplomat Eropa telah mengungkapkan kekecewaan atas penolakan Iran untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium (proses pemurnian uranium agar bisa digunakan sebagai bahan bakar PLTN atau senjata nuklir).

Suatu ringkasan perundingan bulan lalu untuk kalangan intern, yang diperoleh Reuters, menyatakan bahwa tiga negara Uni Eropa (UE) mengatakan kepada Iran bahwa sikap mereka adalah ''tidak dapat menerima'' dan program pengayaan uranium itu harus dihentikan.

Menurut para diplomat UE, hal itu merupakan ''jaminan objektif'' yang dibutuhkan untuk menenangkan masyarakat internasional bahwa Iran tidak mengembangkan bom atom.

Bersifat Mendua

Tanggapan Teheran bersifat mendua. Iran menjelaskan bahwa penghentian program pengayaan uranium itu hanya singkat.

Para diplomat yang dekat dengan badan pengawas nuklir PBB mengatakan, Iran mulai melakukan pengendalian mutu bagian sentrifugal dalam pengayaan uranium tersebut. Tanpa mesin sentrifugal tidak dapat diproduksi bahan bakar atom.

''Jika mereka bertindak dengan iktikad baik, pasti akan ada penghentian sepenuhnya setiap aktivitas yang berkaitan dengan proses sentrifugal,'' kata seorang diplomat. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA