logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Februari 2005 KEDU & DIY
Line

Ruwatan Diawali Jamasan Pusaka

PURWOREJO - Pemkab Purworejo akan menyelenggarakan acara ruwatan bersama pada 10 Februari mendatang. Acara yang dipusatkan di halaman Museum Tosan Aji Jl Mayjen Sutoyo 10 itu juga akan dilanjutkan dengan jamasan pusaka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Grahito Ganjar SH dalam keterangannya mengatakan, acara akan diawali dengan jamasan pusaka secara simbolis oleh Bupati H Marsaid SH MSi. Selanjutnya diteruskan dengan ruwatan bersama. Dalang untuk acara sakral itu didatangkan dalang ruwat Keraton Yogyakarta, yaitu Ki Suko Cermosubronto.

Grahito memaparkan, yang perlu diruwat adalah orang yang masuk kategori wong sukerta. Yakni, manusia yang terlibat bencana salah kedaden alias yang sering dirundung sial.

Untuk menyucikan jiwanya atau membersihkan sukerto, orang itu perlu diruwat. Adapun seseorang yang dianggap sukerta antara lain anak ontang-anting (anak satu laki-laki), uger-uger lawang (dua bersaudara laki-laki semua), kedono-kedini (dua bersaudara pria dan wanita), kembang sepasang (dua bersaudara wanita semua), saramba (empat bersaudara pria semua), srimpi (empat bersaudara wanita semua), pandhawa (lima bersaudara pria semua), dan pandhawi (lima bersaudara wanita semua).

Mendapat Sial

Selain itu, sendhang kapit pancuran (tiga anak yang perempuan di tengah), pancuran kapit sendhang (tiga anak yang pria di tengah), tiba sampir (anak lahir kalung usus), julung wangi (lahir bersamaan dengan terbit matahari), julung sungsang (lahir pada saat matahari di titik kulminasi), julung pujud (lahir bersamaan tenggelamnya matahari), kembar (dua anak lahir bersamaan dalam satu hari), jempina (prematur), wungle (anak lahir bule), dan wujil (anak cebol sejak lahir).

Selain itu, jelas Grahito Ganjar, orang yang perlu diruwat terutama orang yang banyak mendapat sial dalam hidupnya, termasuk orang yang lalai dalam mengerjakan sesuatu hal. Untuk biaya ruwatan, setiap orang dipungut Rp 200.000.

Dana sebesar itu akan dimanfaatkan untuk konsumsi Rp 50.000, uba rampe sesaji dan kain kopohan Rp 100.000, larung oleh dalang Rp 25.000, dan administrasi Rp 25.000.

Jika satu keluarga yang harus diruwat lebih dari satu orang rencananya akan diberi diskon biaya, tetapi tidak disebutkan berapa jumlah diskonnya. (yon-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA