logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Raja Gyanendra Bentuk Kabinet Baru 10 Menteri

KATHMANDU - Raja Gyanendra mengangkat kabinet baru Nepal, yang terdiri atas 10 menteri, Rabu kemarin. Pelantikan itu dilakukan, sehari setelah dia memecat pemerintah lama dan memberlakukan keadaan darurat yang belum ditentukan batasnya.

Dalam suatu pengumuman yang disiarkan televisi dan radio pemerintah, Raja Nepal itu menunjuk Rames Nath Pandey sebagai menlu. Dia juga memasukkan seorang anggota komunis, Radha Krishna Mainali, sebagai menteri olah raga dan pendidikan.

Selasa lalu, raja mengumumkan akan memimpin pemerintah baru itu sendiri, setelah pemerintahan sebelumnya gagal menjamin keamanan dalam menghadapi pemberontakan kelompok maois yang telah menimbulkan korban jiwa lebih dari 11.000 orang sejak 1996.

Para anggota kabinet baru itu juga termasuk Pravatar Shumsher Rana (menteri keuangan) dan Dan Bahadur Shahi (menteri dalam negeri).

Kemarin, kehidupan berjalan normal di jalan-jalan Kathmandu (ibu kota). Namun negara yang porak poranda akibat pemberontakan itu masih terputus dari dunia luar.

Raja menyatakan negara dalam keadaan darurat dan memberangus kebebasan sipil, yang meliputi kebebasan pers. Dia mengurung banyak politikus dalam tahanan rumah, lapor televisi India.

Seluruh sambungan telepon ke dalam dan ke luar Nepal tetap terputus. Transportasi udara masih terganggu, setelah beberapa penerbangan disuruh kembali pada hari sebelumnya.

Tuai Kecaman

Keputusan raja itu untuk mengambil alih kekuasaan selama tiga tahun ke depan, menuai kecaman dari AS, India (tetangganya), Inggris, dan PBB.

Dalam serangkaian pernyataan bernada tegas, mereka mengatakan langkah itu membuat Nepal terseret dalam permainan kaum maois. Mereka juga menyerukan agar demokrasi di negara itu segera dipulihkan.

Inggris mengatakan akan mempertimbangkan kembali bantuan keamanan dan pembangunannya kepada negara miskin tersebut. Namun banyak rakyat tampak senang melihat kekalahan para politikus yang dianggap korup dan tidak kompeten.

''Kami sangat senang,'' kata Simon, seorang warga kota Kathmandu. ''Langkah ini akan membantu memulihkan ketertiban. Raja orang baik. Para politikus korup. Kami punya kesempatan lebih besar untuk menikmati kedamaian.''

Anak-anak berseragam berangkat ke sekolah, Rabu kemarin, dan tidak ada tanda-tanda pengamanan diperketat. Hanya tampakpatroli-patroli biasa yang dilakukan tentara.

Gerilyawan maois, yang ber-perang untuk menggulingkan Kerajaan Nepal sejak 1996, menyerukan aksi mogok nasional selama tiga hari, mulai Rabu kemarin, lapor Press Trust of India.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA