| Rabu, 02 Februari 2005 | SALA |
Warga Batal Geruduk PabrikKARANGANYAR- Puluhan warga Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, kemarin membatalkan niatnya mendatangi beberapa pabrik di lokasi setempat. Keinginan mereka yang sebelumnya pernah dilakukan itu dapat diredam oleh Kades Pulosari, Setuko. Warga tertahan di balai desa sebelum sampai ke pabrik yang menjadi sasaran. Pekan lalu mereka yang berjumlah sekitar 50 orang mendatangi PT Manunggal Adi Busana dan PT Ifar untuk menuntut pekerjaan. Kedatangan itu dipicu karena mereka mendapatkan informasi bahwa perusahaan sedang melakukan perekrutan tenaga kerja. Mereka meminta 20% dari tenaga kerja yang diserap mengambil warga desa tersebut. Namun tuntutan mereka batal terwujud sebab gagal menemui pimpinan perusahaan. Meski ancaman demo itu batal, untuk mengantisipasi dan menjaga hal-hal yang rawan, pihak kepolisian tetap berpatroli dan memantau beberapa pabrik yang diduga menjadi sasaran masyarakat. Bahkan patroli itu dilakukan langsung Kapolsek Kebakkramat AKP Sujadi dan Kanitresintel Iptu Atim. Pimpinan PT Manunggal yang bergerak di bidang garmen dan PT Ifar yang bergerak di bidang farmasi ketika ditemui Kapolsek dan Kanit Resintel beserta sejumlah wartawan di ruang kerjanya, bersedia berdialog dengan para tokoh masyarakat desa itu untuk memecahkan masalah. ''Kami akan berdialog dengan kepala desa, kepala dusun, dan sejumlah tokoh masyarakat agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik,'' kata Kabag Umum PT Manunggal Subarkah yang didampingi Kabag Personalia Reni. ''PT Ifar yang bergerak di bidang farmasi tidak sembarangan merekrut orang sebagai karyawan, sebab membutuhkan keahlian khusus. Untuk perekrutan tenaga nonteknis kami bisa memenuhi. Bahkan sebagian besar tenaga nonteknis berasal dari warga setempat,'' kata Kabag Personalia PT Ifar, Wulan. Tidak Mendikte Kades Pulosari, Setoko didampingi dua kadusnya, Subur Widodo dan Loso Wibowo mengaku pihaknya tidak bermaksud mendikte para pimpinan perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja. Mereka hanya meminta para pimpinan persahaan tersebut sudi memperhatikan lingkungan masyarakat sekitar di mana pabrik berdiri. ''Sebelumnya kami sering mengadakan konsultasi dengan pihak perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja. Namun setelah personalianya diganti, komunikasi itu terputus. Kami berharap komunikasi tersebut disambung lagi,'' kata Setuko ketika ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya. ''Sebelumnya setiap perekrutan 10 orang, warga mendapatkan jatah dua orang. Kami berharap sejumlah warga yang sudah memasukan lamaran diberi tanggapan apakah diterima atau tidak, sehingga mendapatkan kepastian.''(G8-85s) |