| Rabu, 02 Februari 2005 | WACANA |
Surat PembacaFriendster dan Blog PalsuSekarang di internet lagi populer Friendster dan Blog, sampai ada anggapan setiap orang harus memilikinya. Tanpa bermaksud menghalangi mereka yang mau percaya atas tren sesaat tersebut, saya hanya berharap tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan. Karena saya tidak pernah bergabung dalam friendster. Banyak identitas di sana yang ternyata palsu (terutama para public figure) dan hanya dipakai untuk menarik orang lain bergabung. Tidak heran bila dalam riset banyak identitasnya yang palsu. Semoga tidak banyak yang tertipu ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan melakukan character assasination terhadap pribadi assasination tertentu. Jadi kalau masih ada yang percaya, terserah , itu hak pribadi dan risiko seseorang. Kini banyak upaya untuk merusak citra internet dengan membuat hal negatif lewat berbagai cara. Karenanya masyarakat perlu berhati-hati. Paling parah, banyak kasus carding (pencurian kartu kredit dengan memalsu identitas) via internet. Selama ini saya hanya menggunakan e-mail roy@indo.net.id (meski dulu memakai roy@ugm.ac.id dan kini dalam proses reaktivasi). Tetapi saya sengaja tidak membuat blog atau homepage pribadi, karena memang tidak merasa perlu. Semoga dunia internet kembali seperti semula dan tidak ada yang menjadi korban oknum yang mungkin tidak menginginkan masyarakat kita menjadi lebih maju dengan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi internet tersebut. KRMT Roy Suryo Notodiprojo Jl Magelang Km 5 No 8, Jogja 55284 *** Akibat Ledakan Nuklir Tanpa diduga, getaran kosmologis alam metafisika bumi Nusantara terpantau melalui penghayatan mental rasional ESP (extra sensorial perception) saya. Gelombang tsunami yang merenggut mortalitas dahsyat itu bukan disebabkan deformasi tektonik alam geologi di perut bumi. Gelombang tesebut sebagai akibat akumulatif suatu ledakan di pusat nuklir rahasia di dasar Samudra Hindia. Berhubung fenomena transmisi telepati melalui penginderaan ESP terselenggara spontan, tanpa sengaja dipikirkan atau dicari-cari, akurasi kebenarannya tidak perlu diragukan. Namun bila info ini baru merupakan state of mind abstrak, saya dapat melengkapi dengan disputasi teoritis, agar dapat dijadikan referensi realita objektif bagi penelitian lanjutan para pakar dan investigative reporters. Di jagat raya posisi Kepulauan Nusantara sungguh serba khusus dan istimewa. Secara geologis letaknya antara Lempengan Pasifik dan Lempengan Indo Australia. Kemudian kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia secara rapi dan tepat dilingkupi suatu zona subduksi. Hasl ini dapat menetralisasi setiap bencana akibat sindroma geologis di kedua lempengan tersebut. Begitu pula secara meteorologis kedudukan Kepulauan Nusantara sangat luar biasa. Hembusan angin di bagian utara menghalau badai antiklon ke Asia Daratan dan China. Sementara di selatan badai antiklon dihalau angin ke arah Australia dan Samudra Hindia. Lempengan Pasifik terutama di sepanjang pantai timur kepulauan Jepang dipenuhi barisan antiklin vulkanis serta dialiri arus Samudra yang panas. Sedangkan Lempengan Indo Australia tidak ditemukan barisan antiklin vulkanis serta dialiri arus Samudra yang dingin. Jadi apa yang dapat menimbulkan ledakan geologis dahsyat kalau tidak ada tekanan tinggi arus panas atau aberasi vulkanologis. Semoga para pakar dan investigative reporters se-dunia berani mengembangkan tesis ini dengan suatu penelitian dan penyidikan seksama secara ilmiah, jujur dan objektif. Sehingga dapat diselesaikan dengan entente cordiale politis dengan kompensasi puluhan miliar dolar dari negara bersangkutan. Yang terpenting, agar akibat kejahatan perusakan oleh manusia, alam indah ciptaan Tuhan tidak dituding sebagai sumber bencana. Jules Fioole Jl Sarinah Raya 7 Pancoran, Jaksel *** Kasus Polsek Tayu Menyimak berita Suara Merdeka beberapa hari lalu tentang amuk massa yang merusak Mapolsek Tayu, Pati membuat saya kurang dapat memahami, kenapa razia lalu lintas harus meminta tumbal korban? Tak tanggung-tanggung 3 nyawa terkapar bersimbah darah dan mati. Ada apa sebenarnya ? Di mana profesionalitas polisi yang selalu mengampanyekan: "siap melayani masyarakat". Atau mungkin ini yang biasa dicapkan masyarakat sebagai sikap arogan, sewenang-wenang karena hukum jalanan hanya mereka yang tahu . Tak mudah menjawabnya memang. Namun negara hukum memberi porsi seimbang baik polisi sebagai penegak hukum ataupun warga masyarakat. Siapa saja yang salah harus tetap diproses tanpa meninggalkan praduga tak bersalah. Sebagai penegak hukum polisi harusnya memberi keteladanan bagaimana pentingnya tertib berlalu lintas. Banyak rambu di sekitar Mapolsek atau alun-alun Tayu seolah tak berfungsi. Banyak bus atau angkudes berhenti di sepanjang jalan yang jelas ada larangan parkir dan berhenti. Belum lagi semrawutnya jalan sekitarnya. Apa gunanya disiplin lalin kalau razia dilakukan setiap menjelang magrib. Kenapa tidak pagi hari sehingga ada pemahaman yang serasi bagi setiap pengguna jalan untuk tertib lalu lintas. Atau mungkin sengaja dimanfaatkan sebagai umpan untuk menaikkan setoran seperti kebanyakan orang berasumsi. Tolong dijawab biar masyarakat tahu. Jangan sampai ada idiom Mapolsek Tayu, makin polah dan sedikit kasar seperti yang terakhir yang terjadi. H Muhammadun DM Sambiroto Rt 1/Rw 2 Tayu, Pati *** Kritik kepada SBY Beberapa pengamat politik sepertl Amien Rais, praktisi hukurn Hendardi, demo mahasiswa di berhagai kota besar, dan BEM seJabotabek mengkritisi terhadap Pemerintahan SBY-YK selama gebrakan 100 hari. Pemerintah dinilai rapotnya merah, masih banyak kelemahan alias gagal memperbaiki kondisi rakyat (Suara Merdeka 26 dan 29 Januari 2005). Munculnya unjuk rasa dan kritikan tersebut merupakan aspirasi berharga bagi Pemerintah yang menganut asas demokrasi. Anggap saja semua sebagai koreksi, merupakan umpan balik asal sifatnya membangun dan kooperatif. Pemerintah wajib menyikapi dengan baik dan tak semua kebijakannya diterima mulus oleh publik. Beberapa contoh, masalah penegakan hukum dan kebijakan kenaikan harga BBM yang masih dalam prograrn 100 hari, mendapat tentangan rakyat. Maklum, rakyat hanya mau mengerti kalau BBM dinaikkan, pasti semua harga kebutuhan menjadi mahal. Mengenai pemberantasan korupsi diharapkan penanganannya tegas dan profesional tanpa pandang bulu pelakunya (sipil/TNI/Polri). Kita berharap, pemerintah jangan dulu menaikkan harga BBM lagi dari semua jenis. Pemerintah perlu memberdayakan pendekar ekonominya secara optimal untuk mencari alternatif sumber dana di luar menaikkan harga BBM. Terkait dengan habisnya program 100 hari. sebaiknya jangan berpikir pekerjaan kabinet selesai dengan baik secara menyeluruh. Masa 100 hari hanya simbol dimulainya kerja keras untuk meyakinkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Jujur saja, dari gebrakan 100 hari Pemerintah sudah menunjukkan semangat kerja. Jadi bukan sebagai parameter kinerjanya. Ada atau tidaknya kemajuan dapat di evaluasi selama 5 tahun masa bakti Pemerintahan. Mari berikan kesempatan pada Pemerintah bekerja sama dengan komponen bangsa dalam upaya menyejahterakan rakyat seperti dijanjikan pada masa kampanye Pilpres 2004. Dari banyaknya kritikan rniring terhadap pemerintahan SBY-YK, dimohon rakyat tidak perlu kecewa. Imam Sukirman SH Jl Kapas Raya A 14, Semarang |