| Rabu, 02 Februari 2005 | NASIONAL |
SOSOKSurga di Samudra Hindia
SETELAH mengunjungi Banda Aceh dan Calang, Yusuf Islam alias Cat Steven, penyanyi folk-rock dunia itu benar-benar menyumbangkan suaranya. Dalam malam penggalangan dana "Aceh Longe Sayang" di hotel Borobudur, Jakarta, Senin (31/1) malam, penyanyi kelahiran Soho, London, Inggris, 21 Juli 1947 itu menembangkan dua lagu. Dia melantunkan "Wild Word" dengan iringan Kyai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Nadjib dan menendangkan "Indian Oceans". Pria bernama asli Stepen Demetre Georgiu itu mengubah namanya menjadi Yusuf Islam setelah memeluk agama Islam. "Lagu ini berkisah tentang sebuah keluarga di Eropa yang ingin mencari surga. Maka, bepergianlah mereka ke sebuah wilayah di sekitar Samudera Hindia. Ketika mereka sedang asyik berenang di pantai nan indah, tiba-tiba mereka melihat ombak yang maha besar," tutur Yusuf dengan gaya penceritaan yang runut. Kemudian, lanjutnya, berlarianlah mereka ke tepi pantai hingga mencapai sebuah ketinggian, dan hanya mampu menyaksikan ombak yang melibas semua yang dilaluinya. "Ketika ombak telah mereda, mereka melihat seorang anak kecil yang selamat, namun tidak dengan orang tuanya. Maka, mendekatlah mereka kepada anak itu dan melihat kepada bening matanya," kata Yusuf dengan suara datar. Ada apa dengan bening mata anak kecil itu? Pelantun "Morning Has Broken" dan "Father and Son" itu melanjutkan. "Mereka menemukan surga di mata anak kecil itu". Jadi, dia mengingatkan, dari pesan lagu ini surga sebenarnya ada di hati kita. Selanjutnya, setelah "Indian Ocean" purna dibawakan, tepuk sorak pun membahana. Tak ketinggalan Wakil Presiden Yusuf Kalla dan beberapa menteri Kabinet Persatuan memberikan standing ovation. Dan Mas Yusuf, demikian Cak Nun memanggil Yusuf Islam, hanya menundukkan badan tanda ketakziman. (Benny Benke-63) | ||||