| Rabu, 02 Februari 2005 | SEMARANG |
Salatiga Kekurangan Tiga Depo SampahSALATIGA - Agar sampah produk keluarga di Kota Salatiga dapat tertangani dengan baik, dibutuhkan enam buah depo tempat penampungan sampah (TPS) sementara. Sekarang baru ada tiga depo, yaitu di Jalan Pemotongan, Sinoman Tempel, dan di Kelurahan Tegalrejo. "Kita masih membutuhkan tiga buah depo lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga Drs Adhi Suprapto MSi, kemarin. Dia mengatakan hal itu ketika ditanya soal penutupan depo di ujung Jalan Monginsidi-Kartini sejak 20 Januari lalu. Walaupun sudah ditutup, ternyata warga masih membuang sampah di lokasi tersebut. Sebagai gantinya, warga dan petugas kebersihan memakai depo TPS di Jalan Pemotongan dan di Jalan Sinoman Tempel. Sayang, meski di tempat yang lama telah dipasang spanduk agar warga tidak membuang sampah lagi, ternyata warga masih membuang sampah di tempat itu. Adhi Suprapto mengatakan, pihaknya telah menempatkan petugas di lokasi tersebut. Petugas diminta mengingatkan warga untuk membuang sampah di lokasi baru. "Kami menyayangkan masih ada warga yang tidak disiplin dan mengindahkan peringatan petugas sesuai dengan spanduk yang telah dipasang," jelas Adhi. Untuk itu, dia berharap warga tidak lagi membuat sampah di tempat tersebut karena akan menyusahkan petugas pengangkut sampah. "Para petugas pengangkut sampah hanya akan mengambil sampah yang berada di depo-depo, kemudian akan dibuang di tempat pembuangan akhir," jelasnya. Jika tempat tersebut sudah tidak lagi dipergunakan sebagai depo, tetapi warga tetap membuang sampah, justru akan terjadi penumpukan sampah. Pada akhirnya tempat tersebut akan terlihat kotor. Padahal dipindahkannya depo dari tempat itu bertujuan untuk memperindah wilayah tersebut. Sementara itu, peralatan pengangkut sampah inventaris Dinas Lingkungan Hidup yang telah dimiliki terdiri atas gerobak dorong 50 buah, truk arm roll 9 buah, truk sampah 6 buah, dan container sampah 27 buah. "Kami mengakui ada beberapa container sampah yang kondisinya memprihatinkan. Kami sudah berusaha memperbaikinya sesuai dengan kemampuan anggaran," imbuh Adhi. (H2-91n) |