logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 02 Februari 2005 KEDU & DIY
Line

Jika Polres Kebumen Bina Anak TK

''Polisi Jahat karena Suka Menembak''

KEBUMEN - Sejak Juli 2004, Satlantas Polres Kebumen mempunyai kegiatan ''tambahan'' memberi pendidikan kepada anak TK. Hingga kini, sudah 20-an TK diundang ke Satlantas Polres di Mertokondo.

Menurut keterangan Kasatlantas AKP Anton Perda Eko Harmanto (29), kegiatan tiap Jumat tersebut bermula dari ide Kapolres AKBP Drs H Lilik Purwanto SH pada Hari Bayangkara untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak. Sebab, masih banyak anak belum mengetahui tugas polisi.

Pada awal kegiatan mengundang anak TK itu, ada hal yang menggelikan sekaligus masukan. Ternyata belum semua anak paham tugas polisi.

''Saat itu ada anak menangis takut dengan pak polisi. Setelah kami tanya, dia menjawab, polisi jahat karena suka menembak,'' ungkap AKP Anton tersenyum.

Atas jawaban anak itu, polisi makin tergugah menanamkan pengertian kepada anak usia dini mengenai tugas apa saja yang dijalankan polisi.

Menurut pendapat Anton, bisa jadi anak tersebut salah persepsi karena sering melihat berita televisi atau fim-fim di layar kaca sehingga tahunya polisi suka menembak orang.

Sejak itu, tiap ada kesempatan bertemu anak TK, selalu dia berikan pengertian bahwa polisi pada dasarnya tidak jahat. Bahkan, tugas utamanya adalah melindungi dan mengayomi warga.

Malah polisi sekarang harus dekat dengan warga dan harus dicintai masyarakat termasuk anak-anak.

Mengenal Rambu

Kepada anak-anak TK itu, lanjut Anton, ditanamkan pemahaman bahwa polisi itu pada prinsipnya melayani masyarakat. Misalnya mengatur lalu lintas di jalan agar tidak macet. Polisi hanya menembak penjahat yang berbuat kejahatan, seperti mencuri, merampok, dan membunuh.

Karena itu, tiap anak TK yang datang ke Polres diajak pula datang ke fungsi-fungsi lain, seperti Sabhara, Lalu Lintas, Intel, dan Reserse.

Bahkan, di Mapolres kini ada kandang burung yang besar di bagian belakang agar anak-anak yang datang tidak takut.

Selain itu, kepada anak TK di Kebumen dikenalkan rambu lalu lintas sederhana, melihat tempat penyeberangan jalan (zebra cross) dan sebagainya. Apalagi, selama ini masih banyak warga belum menaati rambu-rambu lalu lintas.

Contohnya saat lampu pengatur lalu lintas menyala merah, banyak becak dan sepeda nekat jalan.

Dalam tiap pertemuan itu, polisi yang menjemput anak-anak TK ke sekolah. Kadang dengan mobil patroli atau truk Polres, anak-anak diajak keliling kota dari Satlatnas di Mertokondo dan Mapolres di Jalan Tentara Pelajar Kembaran.

Kasaltanlas berharap, melalui pengenalan tugas polisi kepada anak-anak itu diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada mereka.

Apalagi, anak-anak nanti bakal beranjak menjadi remaja dan dewasa sehingga sejak usia dini mereka perlu mengetahui disiplin dan peraturan. (B3-20j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA