logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 SALA
Line

Cabup PDI-P Diumumkan setelah Kongres

SUKOHARJO - Kemelut internal yang melanda pengurus DPC PDI-P Sukoharjo, membuat risih kader di daerah itu. Mereka mengingatkan jajaran pengurus, agar segera bersikap guna menyongsong pemilihan bupati (pilbup) yang dijadwalkan Juni mendatang.

''Partai-partai lain sudah bergerak menjaring bakal calon bupati, bahkan Golkar sudah membuka pendaftaran. Mengapa PDI-P masih adhem ayem saja,'' ujar mantan Dansatgas, Tri Wahyono, kemarin.

Dia mengatakan, kondisi itu tidak lepas dari perbedaan pendapat di kalangan pengurus. Dia mendesak agar jajaran pengurus segera menyatukan tekad untuk memenangkan pilbup mendatang. Caranya, segera bergerak menjaring bakal calon yang sesuai dengan keinginan para kader dan masyarakat Sukoharjo. ''Sebagai pemenang pemilu di daerah ini, seharusnya pengurus merasa malu. Masak belum ada persiapan penjaringan bakal calon,'' ujarnya.

Arus bawah, kata dia, sudah tidak sabar lagi. Mereka berharap jajaran pengurus bersatu padu menentukan langkah ke depan untuk memenangi pilbup.

Bila kondisi seperti sekarang terus berlarut, maka dikhawatirkan membuat para kader terombang- ambing. Kondisi itu bisa digunakan partai lain untuk merebut simpati guna kepentingannya sendiri.

''Saya melihat lontaran kader yang menjagokan Budi Martono dan Sriyanto, karena mereka sudah tidak sabar lagi. Otomatis, yang dijagokan pun kader yang mereka kenal, yaitu dari PAC Grogol dan Weru. Jadi jangan salahkan arus bawah. Justru sebaliknya, pengurus harus menghargai mereka.''

Ketua DPC PDI-P Sukoharjo, Parjino meminta para kader tidak resah. Dia optimis, proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati berjalan lancar. Kemelut yang melanda kepengurusan DPC PDI-P, tidak membuat jajaran pengurus bersikap nglokro.

''Mengapa harus pesimis, toh setiap proses ada aturan mainnya. Malah kalau nanti tidak ada yang mendaftar, saya akan mencalonkan diri,'' ujarnya.

Diakui, hingga kini pihaknya belum menjadwalkan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Alasannya, kegiatan tersebut masih menunggu selesainya kongres PDI-P di Bali, Maret mendatang. Selain itu, pihaknya kesulitan mengumpulkan para pengurus untuk diajak rembukan. Hingga kini, hanya ada lima pengurus yang aktif di kantor DPC.

''Bagaimana mau menggelar pertemuan, kalau hanya lima pengurus yang aktif.''

Lancar

Apakah hal itu tidak berpengaruh terhadap penjaringan? Parjino optimis, proses penjaringan berjalan lancar.

''Proses itu kan melibatkan DPD dan DPP. Kam hanya menggelar penjaringan di tingkat awal. Nantinya, semua pasangan bakal calon yang lolos diajukan ke DPP melalui DPD. Yang mendapat rekomendasi itulah, yang harus didukung.''

Disinggung tentang pengajuan surat ke DPD oleh kubu Wardoyo Wijaya, Parjino menyatakan tidak ada persoalan. Dia mengaku menyambut positif rencana tersebut. Diharapkan, langkah itu bisa mengurai perbedaan pendapat yang muncul di antara para pengurus, sekaligus mencari titik temu demi kemenangan bersama.

''Kalau benar DPD mau turun, justru saya senang. Silakan saja, biar mereka tahu persoalan yang sebenarnya muncul di tubuh DPC PDI-P.'' (G10-85a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA