logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 PANTURA
Line

9 Trayek Angkudes Akan Dibuka

KAJEN- Untuk meningkatkan mobilitas dan memenuhi aspirasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan membuka sembilan trayek untuk jalur angkutan pedesan (angkudes). Tahun ini proses pembukaan jalur tersebut diharapkan akan selesai seluruhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Drs Mujiyanto kepada wartawan kemarin menandaskan, sembilan trayek angkudes yang akan dibuka adalah jalur Bojong-Kalijambe Sragi, Sragi-Sijeruk-Sumub Kidul, Kajen-Pandansari-Kutorejo, Kajen-Pringsurat-Nyamok, Wiradesa-Wonokerto-Siwalan, Kedungwuni-Karangdadap-Doro-Talun, Kedungwuni-Karangdadap-Rengas, Kedungwuni-Rowocacing-Kutosari, dan Karanganyar-Lebakbarang.

Pemkab juga akan membuka dua trayek untuk angkutan perbatasan yaitu Pelabuhan Wonokerto-Pelabuhan Pekalongan, dan Doro-Talun-Pandansari Batang. Selain dua trayek tersebut, Pemkab juga akan membuka dua trayek antarkota dalam provinsi (AKDP) meliputi Randudongkal-Kandangserang-Kajen dan Banjarnegara-Kajen-Pekalongan.

Pembukaan trayek baru itu, kata Muji, demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terakses dengan angkutan umum. "Di samping itu banyak pelaku transportasi yang minta agar bisa beroperasi dengan trayek resmi," ujarnya.

Saat ini proses pembukaan jalur telah dimulai dan tengah memasuki tahap survei. Setelah itu hasil survei dan pengajian akan diajukan kepada Bupati untuk kemudian diterbitkan SK tentang penetapan trayek. "Setelah SK Bupati keluar baru proses pengajuan trayek dimulai."

Tertib Lalu Lintas

Sementara itu kepada para awak angkutan dalam acara pembinaan belum lama ini, dia minta agar angkutan yang melintasi Jalan Diponegoro Kajen dan Jalan Kranji Kedungwuni memanfaatkan terminal yang sudah ada. Dengan demikian tidak memunculkan terminal bayangan yang dapat mengganggu pembangunan jalan.

Dalam acara yang sama, Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Yayat Syarif Hidayat mengharapkan para awak angkutan agar mematuhi tata tertib lalu lintras dan kelengkapan adminsitrasi di jalan. "Para sopir hendaknya memahami rambu-rambu," tegasnya.

Banyaknya kecelakaan di jalan selama ini, tandas dia, disebabkan munculnya berbagai pelanggaran.

Karena itu para awak angkutan diminta memperhatikan beberapa hal, antara lain jangan saling ngebut, jam pemberangkatan jangan terlalu cepat, jangan memasukkan penumpang yang berlebihan, dan jangan berhenti di sembarang tempat.

Sementara itu Mustofa (40), salah seorang anggota paguyuban pengemudi Doro-Kajen mengungkapkan perlunya areal parkir, khususnya di sekitar Pasar Doro agar tidak semrawut.

Dia juga menegaskan perlunya pembukaan jalur baru itu. Sebab banyak pelaku transportasi yang beroperasi tetapi tidak punya trayek resmi. (G16-14s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA