| Selasa, 01 Februari 2005 | PANTURA |
Kasus Bunuh Diri Memprihatinkan
KAJEN-Merebaknya kasus bunuh diri di Kabupaten Pekalongan akhir-akhir ini memunculkan keprihatinan banyak pihak. Pilihan mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalah menandakan ada persoalan dalam diri masyarakat. Keprihatinan terhadap merebaknya kasus bunuh diri juga dikemukakan oleh Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono saat memberikan sambutan dalam pelantikan anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Lembaga Pendidikan Kader Cabang (Lemdikacab) Dewan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan. "Kami tidak akan malu mengungkapkan permasalahan sosial. Saat ini banyak terjadi kasus bunuh diri di sini (Kabupaten Pekalongan-Red)," ujarnya. Aksi bunuh diri yang terjadi belum lama ini antara lain di Kandangserang, Wonokerto, Siwalan, Lebakbarang, dan lain-lain. Hal itu menandakan kondisi masyarakat saat ini memang butuh perhatian serius. Bupati berharap berbagai pihak khususnya Gerakan Pramuka membantu memperkuat kondisi mental masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa menghadapi berbagai masalah sosial dengan baik dan tidak menggunakan jalan pintas. "Saya berharap nilai-nilai dalam kepramukaan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya Dalam kerangka tersebut, Bupati juga mengaku prihatin ketika kebanggaan terhadap Gerakan Pramuka semakin luntur. Dia mencontohkan semakin sedikitnya kegiatan pramuka tiap minggu di sekolah-sekolah. "Padahal, dulu pada 70-80-an kegiatan pramuka begitu marak," ucapnya. Bimbingan Moril Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah XI Jateng Ir Mulyadi Widodo MT menegaskan, pembina generasi muda khususnya pramuka membutuhkan dukungan Mabicab secara nyata sesuai dengan tugas pokoknya yaitu memberi bimbingan moril, organisatoris, materiil, dan finansial. "Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan dana penunjang kegiatan pramuka sesuai dengan kebutuhan," ujarnya. Musyawarah cabang dan pelantikan, kata dia, merupakan langkah awal untuk melaksanakan kegiatan sebagai persiapan tuan rumah kegiatan kemah bakti Saka Wana Bakti dan Taruna Bumi yang diharapkan terselenggara dengan baik. Kegiatan yang akan diikuti oleh 35 daerah di Jateng itu rencananya akan dipusatkan di objek wisata Linggo Asri Kabupaten Pekalongan. (G16-14e) |