| Selasa, 01 Februari 2005 | PANTURA |
Karya Desainer Pekalongan Tak Kalah dari Daerah LainMESKI baru pertama diadakan, acara fashion show di Sri Ratu Mega Centre Kota Pekalongan tidak sepi penonton. Ternyata penampilan model-model cantik menjadi daya tarik masyarakat Pekalongan. Mereka kagum bahkan terkejut karena penampilan model makin cantik. Itu gara-gara busana yang menempel di tubuh mereka tampak pas. Sorot sinar warna warni membuat gadis model itu makin cantik, sehingga penonton pun kagum dan tak mau meninggalkan acara hingga usai. Yang terkagum-kagum dalam fashion show itu tidak hanya kaum perempuan. Para lelaki pun ikut merasakan keindahan dari penampilan model-model itu. Namun sayang, acara menarik itu hanya berlangsung satu jam. Penonton pun berteriak agar pertunjukan itu dilanjutkan. Namun, waktunya terbatas karena malam itu pukul 21.00 pasar swalayan tersebut harus tutup. Fashion show itu berlangsung satu malam saat berlangsung Weding Expo 2005 di Sri Ratu Mega Centre yang dimulai 23 Januari-6 Februari 2005 yang diikuti 19 peserta stand. Meski demikian, panitia menjanjikan menampilkan fashion show lagi pada 5 Februari 2005 di tempat yang sama. Hanya, nanti sebagian besar menampilkan pakaian ala China. Itu dilakukan untuk memperingati Hari Imlek. Dengan demikian, kekecewaan penonton sedikit terhibur untuk melihat penampilan pakaian ala China beberapa hari mendatang. Dewanthi sebagai MC pun ikut kagum. "Wajar, karena beberapa peserta itu desainer tergolong top. Bahkan, ada yang bertaraf internasional, yakni Sanny Wobowo dari Lips Salon," katanya kepada Suara Merdeka. Sebagian besar peserta menampilkan pakaian nasional kecuali Emy Traditional Weding yang menampilkan pakaian pengantin ala Jawa. Peserta lain yang ikut tampil adalah dari Susi Salon dan Utami salon ditambah desainer lain. Acara malam itu juga didukung antara lain oleh Peter Go Master of Ceremony Entertainment, Starga Video, Salma Card, Yen Pop Photo & Studio, Sion Wedding, dan Marteen Lighting. Ketua Panitia Victor AS SE mengatakan, Weding Expo 2005 diselenggarakan untuk memperkenalkan pebisnis-pebisnis wedding di Kota Pekalongan dan untuk meningkatkan kemampuan pebisnis wedding ke tingkat profesional. "Banyak pebisnis muda yang baru naik daun dan kretaif tapi kekreatifannya itu belum diketahui masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Karena itu, diperlukan ekspos agar hasil karya mereka diketahui masyarakat, sehingga yang membutuhkan bisa menghubunginya," kata dia. Dalam pameran yang baru pertama digelar itu, kata dia, karya-karya orang Pekalongan bisa tampil. "Ternyata karya mereka tidak kalah dari pebisnis wedding dari luar kota," tambahnya. Victor menjelaskan, kegiatan itu sengaja diselenggarakan untuk meramaikan ekspo tersebut. Selain dilaksanakan pada 28 Januari juga akan diadakan pada 5 Februari mendatang. "Pokoknya, pameran itu akan menjadi daya tarik masyarakat Pekalongan," ujarnya. (Trias Purwadi-34e) |