logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 PANTURA
Line

Petani Brebes Suka Mencampur Obat

BREBES- Petani bawang dan sayuran di Brebes, cenderung suka mencampur obat pertanian. Mereka tak pernah puas dengan satu jenis insektisida tertentu, tetapi mencampur dengan insektisida lain. Padahal hal itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan, karena pemakaian obat melebihi takaran.

Manajer Pemasaran FMC Agricultural Products Indonesia dan Singapura Wahyudi Sasprihanto kemarin (31/1) mengakui, kegemaran mencampur insektisida petani Brebes itu perlu segera diakhiri. Pihaknya menawarkan kepada petani satu produk baru Fury 50 EC, jenis insektisida untuk memberantas serangga dan trips (kutu/tungau).

"Bahan aktif Fury 50 EC didatangkan langsung dari Amerika dan diproduksi di pabrik yang ada di Klepu, Ungaran," ujar dia pada launching Fury 50 EC di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana.

Peluncuran produk baru dari FMC dilakukan di tengah petani pengguna obat serta penyalur obat. Hadir Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Konservasi Tanah Drs H Imam Kartono, serta Kasubdin Tanaman Pangan Ir Daryono. Yang menarik dari peluncuran itu, panitia menyuguhkan hiburan kesenian tradisional Burok, dan pawai kendaraan roda dua untuk memperkenalkan produk baru tersebut.

Tak Perlu Mencampur

Wahyudin mengatakan, kelebihan produk baru itu yakni petani tak perlu mencampur insektisida yang ada. Sebab, mereka cukup menggunakan produk tersebut untuk memberantas berbagai hama ulat. Sebab berdasarkan pengalaman, untuk memberantas satu jenis serangga dan trips terkadang membutuhkan beberapa jenis obat. Dengan Fury 50 EC yang dijual dalam bentuk cair, berbagai jenis serangga akan bisa diberantas secara tuntas.

"Sifat obat ini sekali pukul serangga akan mati. Karena itu, tak perlu menggunakan insektisida lain," paparnya.

Fury 50 EC selain dikenalkan pada petani bawang, cabai, dan sayuran lain, juga untuk petani di daerah atas. Setelah launching di Brebes, pihaknya juga akan melakukan hal sama untuk kalangan petani sayuran di wilayah Bandung. Tahun ini setelah produk diluncurkan, dia memperkirakan target penjualan 50.000 liter akan tercapai khusus untuk wilayah Indonesia. Produk itu juga sudah disiapkan untuk pasar ekspor, khususnya wilayah Asia Pasifik. (wh-74s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA