logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 PANTURA
Line

Rencana Pembangunan Blok A Pasar Pagi

Pedagang Keberatan Dibangun Modern

TEGAL- Setelah penataan pedagang Tegalgubug yang kini telah menempati Blok B, kali ini giliran rencana pembangunan Blok A Pasar Pagi jadi polemik. Puluhan pedagang menyatakan keberatan jika Blok A dibangun berbentuk modern. Mereka lebih setuju jika Blok A dibangun secara tradisional.

Menurut wakil dari pedagang Pasar Pagi, Ida Fitrowati, pihaknya menolak jika lahan Blok A dibangun seperti pertokoan modern, karena akan memberatkan pedagang tradisional. Apalagi, kata dia, pedagang tradisional itu terlebih dahulu sudah menempati di lahan Blok B.

"Saya kira ini hanya merupakan skenario lama yang akan membuat sejajar antara pasar tradisional dan modern," katanya dalam siaran pers yang dikirim ke Suara Merdeka, kemarin.

Skenario yang dimaksud, menurut dia, pernah mencuat semasa Wali Kota dijabat M Zakir, yang waktu itu rencana tersebut ditolak pedagang Pasar Pagi. Alasannya, kata dia, dengan munculnya pasar modern akan memberatkan pedagang untuk memperoleh tempat.

"Yang jelas, kalau pasar itu modern jelas pedagang tidak bisa menjangkau harga yang dipatok Pemkot. Selain itu, Pemkot juga harus mengutamakan pedagang yang dulu pernah mendaftar untuk memperoleh kios Blok A," ujarnya.

Keberatan itu merupakan salah satu poin dari beberapa persoalan yang kini masih mencuat. Dia yang akrab dipanggil Pipit itu menunjukkan sistem pengelolaan pasar di Blok B dan C juga kurang optimal. Kenyataan itu, juga telah disampaikan kepada DPRD dan pihak Pemkot.

"Meski telah ditempatkan di lahan Blok B, keberadaan pedagang Tegalgubug tentu saja akan menimbulkan hubungan yang tidak harmonis dengan pedagang lama. Makanya, kami lebih setuju kalau mereka ditempatkan di lahan lain, seperti area Pusat Informasi Bisnis yang sampai sekarang belum dimanfaatkan," paparnya.

Nonprofit

Menanggapi keberatan pedagang tersebut, Ketua DPRD H A Ghautsun mengatakan, desain Blok A yang dibangun secara modern itu tetap berorientasi ke nonprofit. Artinya, lanjut dia, dalam sistem pengelolaan Pemkot diharapkan tetap mengutamakan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

"Perlu diluruskan desain modern bangunan yang kami setujui itu berbeda dengan pertokoan modern yang dibangun investor. Dalam hal ini Pemkot tidak berorientasi kepada pendapatan semata, namun lebih mengarah ke kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Menurut dia, sesuai dengan dana alokasi APBD untuk membangun Blok A sebesar Rp 16,2 miliar. Dana pembangunan tersebut diberikan secara bertahap.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir M Wahyudi mengemukakan, tahapan pembangunan Blok A akan dimulai awal Februari ini. "Sekarang kami sedang melakukan persiapan pembangunan antara pelaksana proyek dan konsultan. Mudah-mudahan awal pekan ini alat-alat berat dan bahan bangunan sudah didatangkan," jelasnya. (G12-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA