| Selasa, 01 Februari 2005 | PANTURA |
Jalur Danareja - Cenggini Putus
SLAWI - Jalur angkudes yang menghubungkan Kecamatan Margasari dan Kecamatan Balapulang, kemarin, putus total. Itu terjadi akibat jembatan yang menghubungkan Desa Danareja - Cenggini, putus diterjang air bah. Putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Danareja, Kecamatan Margasari, menuju Desa Cenggini, Kecamatan Balapulang, setelah selama hampir satu minggu daerah di perbukitan itu diguyur hujan terus-menerus. Tingginya curah hujan membuat debit sungai naik selama tiga hari terakhir. Tingginya debit sungai disertai gelontoran air bah, membuat tiang penyangga jembatan retak, dan akhirnya ambrol diterjang derasnya air. "Sekitar pukul 07.30, jembatan sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi, sebab jembatan ambrol diterjang air bah," tutur Kapolsek Margasari Iptu Karyono, kemarin. Putusnya jembatan yang cukup penting bagi lalu lintas angkudes itu, membuat warga yang akan ke pusat pemerintahan di Slawi dan Pasar Margasari yang terkenal ramai, harus memutar cukup jauh. Camat Margasari Drs Agus Subagyo MM yang baru menjabat satu minggu dan sejumlah anggota Muspika, kemarin, meninjau lokasi. Kejadian itu langsung dilaporkan kepada Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM, agar dalam tahun ini bisa dianggarkan untuk perbaikannya. Rawan Longsor Sementara itu, jalur rawan longsor yang selama ini dikenal di sepanjang jalan di Kecamatan Balapulang menuju ke arah objek wisata pemandian air hangat Guci, Kecamatan Bumijawa, masih aman. Jalur rawan longsor kini justru terjadi di jalan yang menghubungkan Kecamatan Pangkah - Jatinegara, tepatnya di tikungan jalan di Desa Dukuhjati Kidul, Kecamatan Pangkah. Jalan yang sebelah utaranya merupakan jurang sedalam lebih dari lima meter itu, sebagian telah mengalami longsor. "Untuk sementara, kelongsoran tidak begitu parah. Warga hanya memberikan tanda peringatan berupa pagar yang terbuat dari bambu," tutur Warsito (29), warga Desa Dukuhjati Kidul, kemarin. Dari pantauan Suara Merdeka, diketahui jalan beraspal selebar enam meter itu merupakan jalur utama angkudes penumpang dan barang dari Slawi - Pangkah - Jatinegara. Selain angkudes yang terdiri atas angkudes jenis colt station dan colt pikap (bak terbuka), truk ukuran sedang dan besar sering melewati jalur berkelok dan menanjak tersebut. Warga sekitar khawatir jika truk besar dengan muatan cukup berat sering lewat jalan itu, membuat getaran yang dapat mempercepat timbulnya longsor. (D12-74m) |