| Selasa, 01 Februari 2005 | OLAHRAGA |
Negosiasi dengan De Porras Beres
SEMARANG- Emanuel de Porras dipastikan bakal bergabung dengan PSIS pada kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI 2005. Mantan striker Persija Jakarta itu sudah deal dengan manajemen tim PSIS. Namun, penandatanganan kontrak belum dilakukan karena masih menunggu kedatangan De Porras di Semarang. Manajer Tim PSIS, Yoyok Sukawi, berharap pemain asal Argentina itu bisa bergabung dengan Indriyanto Nugroho cs sebelum Piala Emas Bang Yos yang akan digelar 6-14 Februari. "Kami sudah deal dengan De Porras. Saat ini kami tinggal menunggu kedatangannya," tegas Yoyok ketika dihubungi di kantornya, Jl S Parman, kemarin. Menurut putra kedua mantan Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip itu, kedatangan De Porras ke Indonesia tertunda karena permasalahan administrasi di Argentina yang belum selesai, terutama menyangkut urusan visanya. "Saya belum tahu kapan De Porras tiba di Semarang. Itu tergantung urusan administrasi di negaranya. Namun saya berharap sebelum Piala Bang Yos dia sudah bergabung," katanya. Selain De Porras, PSIS juga sudah mencapai kesepakatan dengan Anthony Jomah Ballah. Pelatih Bambang Nurdiansyah langsung terpikat dengan aksi mantan gelandang Persikota Tangerang itu saat uji coba melawan Biprada, Kamis (27/1) lalu. Dalam pertandingan uji coba itu, Ballah menyumbangkan dua gol. Rencananya, Rabu (2/2) besok mantan pemain PSIS di KLI VI itu akan menandatangani kontrak. Langkah itu diambil setelah PSSI pada Minggu (30/1) lalu memutuskan setiap tim boleh memiliki lima pemain asing dan kelimanya bisa dimainkan. "Ballah juga akan kami kontrak. Rencananya Rabu besok dia akan menandatangani kontrak tersebut," katanya. Lima Pemain Dengan tambahan dua pemain asing itu, berarti pemain asing yang membela PSIS di KLI XI nanti berjumlah lima orang. Sebelumnya, PSIS sudah mengikat tiga pemain asingnya yang sudah bergabung sejak musim lalu. Mereka adalah Fofee Camara, Esaiah Pello Benson (Liberia) dan Abdoulaye Djibril (Guenia). Tentu saja hal itu sangat disyukuri Yoyok. Mengingat kekuatan PSIS akan bertambah solid untuk melakoni KLI XI nanti. "Dengan lima pemain asing itu, PSIS menjadi tim terlengkap yang berlaga di Piala Emas Bang Yos nanti. Meski demikian, kami tetap tanpa target di turnamen tersebut. Sebab, fokus kami tetap di kompetisi," terangnya. Yoyok juga bersyukur PSIS masuk dalam wilayah barat Divisi Utama bersama tim asal Jateng lainnya, yaitu Persijap Jepara. Sebab, tim-tim wilayah barat dinilai mempunyai kualitas permainan yang baik karena lebih mengandalkan teknik. Sedangkan tim-tim wilayah timur lebih didominasi dengan permainan keras dan cepat. Namun, soal pengeluaran, antara wilayah barat dan timur dinilai sama saja. "Dari dulu kami memang menginginkan berlaga di wilayah barat. Bukan soal biaya, tapi lebih ke masalah teknik permainan tim-tim tersebut," ungkapnya. (H13-77) |