logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 OLAHRAGA
Line

Jawaban Gainer Ditunggu 15 Februari

JAKARTA - Derrick Gainer sepertinya akan "menumbalkan" Humberto Soto untuk menghadapi Chrisjon. Petinju asal Amerika Serikat tersebut sepertinya sudah dikuasai mafia tinju dunia yang berbasis di Amerika Serikat. Jaringan mafia dimaksud menginginkan agar Chrisjon bertanding dengan Humberto Soto terlebih dulu sebelum menghadapi Gainer. Inilah sinyalemen yang dikemukakan oleh promotor Daniel Bahari kepada Suara Merdeka, semalam.

Menurut keterangan dia, DB Promotion masih menunggu jawaban kontrak dari Gainer. Surat kontrak tersebut sudah dikirim pada Kamis lalu melalui surat, email, dan faksimile. "Surat itu saya tujukan kepada Kurt Mof. Dia selama ini ditunjuk oleh Gainer sebagai kuasa hukum. Ini setelah Gainer tidak bergabung dengan Warrior Promotion. Dahulu, Gainer adalah milik Warrior," tutur Daniel.

Jawaban kontrak dari Gainer, ungkapnya, akan ditunggu hingga 15 Februari mendatang. Batas waktu ini adalah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh WBA.

"Kami ikuti aturan WBA dulu. Kan selain ke Kurt, kami juga mengirimkan surat ke WBA. Jadi, pasti WBA sudah tahu masalah secara detail tentang keadaan Gainer. Begitu pula dengan kesiapan kami untuk menggelar partai Gainer melawan Chrisjon. WBA pasti tahu semua ini," ungkap Daniel.

Daniel menyinyalir, Gainer sudah dapat "dibeli" oleh jajaran mafia tinju dunia. Petinju asal Amerika Serikat tersebut terpengaruh iming-iming dibayar lebih tinggi jika menunda pertarungannya melawan Chrisjon. Sebaliknya, Gainer harus mampu membujuk Humberto Soto untuk menggantikan posisinya melawan petinju kebanggaan Indonesia itu.

"Soto memang peringkat kelima WBA. Bagaimanapun Gainer tidak akan bisa secara mudah mendikte Soto. Yang mengatur pertarungan kan bukan Gainer. Semua yang mengatur adalah WBA. Gainer sepertinya tidak paham bahwa saya ini pemenang lelang," tegas Daniel.

Secara Hukum Kuat

Daniel menegaskan, siapa pun yang akan ditunjuk oleh WBA, bila Gainer mangkir melawan Chrisjon maka promotor yang mengelenggarakan pertandingan adalah DB Promotor. Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Penyebabnya adalah lelang yang digelar WBA dimenangi DB Promotion.

"Kami kuat secara hukum. WBA tidak akan main-main untuk menjatuhkan sanksi. Ini konsekuensi logis dari aturan WBA yang keras. Setiap pelanggaran hukum pasti akan ditindak. Jadi, tidak ada petinju yang kebal dari hukum yang berlaku di WBA. Gainer juga bukan siapa-siapa. Jadi, dia bisa terkena hukuman bila menyalahi aturan WBA," ungkap Daniel Bahari.

Daniel Bahari masih yakin bahwa Kurt Mof sebagai kuasa hukum dari Gainer pasti tahu aturan hukum. Pengacara asal Amerika Serikat tersebut sangat mungkin akan memberikan saran dan pendapat agar Gainer mengikuti aturan WBA.

"Kami tinggal menunggu kontak dari Kurt. Dia sudah berjanji akan memberikan jawaban. Ini sesuai dengan keinginan dia untuk mempelajari klausul-klausul kontrak yang kami sodorkan. Kami masih punya waktu hingga 15 Fabruari. Begitupun Kurt." (D3-57j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA