| Selasa, 01 Februari 2005 | NASIONAL |
Empat Penjahat Berpistol Merampok BRI Masaran
SRAGEN-Aksi perampokan bank kemarin mengguncang Sragen. Empat pelaku, dua di antaranya bersenjata mirip pistol, merampok Bank BRI Unit Masaran, di tepi Jalan Raya Solo - Surabaya, tepatnya di Masaran, Sragen. Aksi itu tergolong nekat, karena dilakukan beberapa menit sebelum bank tutup pukul 16.00. Sementara kondisi lalu intas jalan raya cukup ramai. Kawanan perampok itu tidak memakai tutup kepala, sehingga bisa dikenali saksi. ''Pelaku mengikat semua karyawan serta mengancam membunuh mereka yang mencoba melawan,'' tutur Yadi Teguh S, pimpinan Cabang BRI Masaran, kemarin. Pelaku hanya membawa uang tunai dan uang logam total sekitar Rp 10 juta. Uang ratusan juta rupiah yang semula disimpan di brankas bank itu sudah disetorkan ke BRI Pusat Jalan Raya Sukowati, Sragen, sebelum aksi perampokan terjadi. Penjahat juga menguras harta pribadi milik karyawan berupa uang, jam tangan, dan perhiasan. Menurut keterangan, sebelum beraksi di BRI Masaran, pelaku sudah mengintai BRI Unit Duyungan di jalur yang sama, Jalan Raya Solo- Surabaya, sekitar 4 km arah timur BRI Masaran. Ketika dua pelaku masuk dan dua lagi menunggu di mobil Kijang abu-abu W-111..., mereka langsung disambut Wachid, karyawan bank di depan pintu. ''Mau ada keperluan apa, Mas?'' tanya Wachid. Dua pelaku menjawab, ingin mentransfer uang. Wachid mengatakan bank sudah tutup. Empat pelaku yang mengendarai mobil Kijang pun berjalan ke barat, ternyata merampok BRI Masaran. Brankas Kosong Heru, satpam bank, menjelaskan, pukul 16.00 empat orang mendatangi bank yang akan tutup itu. Bank itu tinggal melayani Kamto, nasabah terakhir pegawai Kecamatan Masaran yang akan setor uang beras miskin (raskin) Rp 1,08 juta. Berlagak terburu-buru, empat pelaku menyatakan mau transfer uang segera. Begitu memasuki pintu bank, petugas teller Sri Lestari menyatakan bank sudah tutup. Karena sudah di dalam bank, dua penjahat mencabut pistol dan menodongkannya ke satpam. Penjahat lain menodong Kamto serta karyawan bank dan memaksa mereka untuk bertiarap dan tidak melawan. Penjahat kemudian menggiring karyawan yang lain, Joko Triyanto, Priyono, Yadi Teguh S, dan Sri Letari ke ruang belakang untuk diikat dengan tali sumbu kompor yang telah disiapkan penjahat. ''Semua mulut sandera dilakban,'' tutur Joko Triyanto. Penjahat kemudian meminta paksa kunci brankas ke Yadi Teguh S. Petugas menjawab, semua uang sudah disetor ke Kantor BRI Pusat di Jl Raya Sukowati Sragen. Ketika brankas dibuka, sudah kosong. Penjahat kemudian mempereteli perhiasan milik Sri Lestari serta merampas dompet beserta uang pribadi milik para karyawan. Penjahat segera kabur tanpa melukai korbannya. Kapolres AKBP Drs Charles HN didampingi Kasat Reskrim AKp Edhei Sulistyo SH masih mengusut pelakunya yang memiliki modus operandi hampir sama dengan aksi perampokan di Solo.(nin-78t) |