| Selasa, 01 Februari 2005 | MURIA |
Penutup Saluran di Atas Trotoar DicuriPATI- Lebih dari 15 buah penutup saluran di atas trotoar sepanjang Jalan P Diponegoro Pati, hilang dicuri orang. Akibatnya, banyak lubang menganga di atas trotoar tersebut sehingga membahayakan para pejalan kaki. Kepala Suddin Bina Marga Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati H Yuswanto mengatakan, pihaknya benar-benar tak habis pikir mengapa sekarang ini banyak perilaku cenderung merusak fasilitas umum. Padahal, trotoar disediakan untuk para pejalan kaki. Secara teknis, di bawah trotoar tersebut terdapat saluran air. Maka, untuk kepentingan mengontrol saluran itu pada jarak tertentu dibuatkan lubang yang dilengkapi dengan penutup. Fungsinya tak lain agar pejalan kaki yang melintas di atas trotoar itu tidak terperosok dalam lubang. Di samping itu, untuk memudahkan dalam mengontrol lubang saluran bila setiap saat tersumbat alirannya. Karena itu, dibuat penutup dari bahan yang mudah dibuka. Berkaitan hal itu, bingkai dibuat dari besi beton dan bagian penutupnya lempengan pelat. Setelah bertahun-tahun dipasang dalam keadaan aman, sekarang menjadi incaran tangan jahil. ''Apa yang dilakukan oleh pencuri itu karena barang tersebut memang punyai nilai jual,'' ujarnya. Diganti Ditanya berapa harga jual sebuah penutup lubang saluran dari bahan jenis itu, Yuswanto menuturkan, paling tidak bila dilempar kepada pembeli besi rosok masih laku Rp 50.000. Kalau yang hilang dalam waktu satu malam sudah 15, pelaku dengan mudah mengantongi uang Rp 750.000. Padahal, lubang saluran dalam Kota Pati kebanyakan penutupnya menggunakan bingkai dari besi beton dan lempengan pelat. Namun kalau mengacu dari kejadian hilangnya barang tersebut di Jalan Diponegoro, tidak tertutup kemungkinan kejadian yang sama juga akan berlangsung di lokasi lain. Sementara itu, untuk mengantisipasi kejadian tersebut tidak mungkin pihaknya harus melakukan pengawasan 24 jam. Dengan demikian, yang bisa mengamankan barang-barang tersebut agar tidak menjadi sasaran tangan jahil adalah patroli malam oleh jajaran kepolisian. Untuk menghindari agar lubang di atas trotoar yang kini banyak menganga itu, pihaknya telah mengambil langkah secepatnya. Yakni, menutup kembali lubang tersebut dan menggantinya dari bahan besi dengan pasangan beton cetakan. Meskipun nanti mengontrol lubang saluran harus mengangkat beban lebih berat. Demi amannya penyediaan dan perawatan fasilitas umum, hal itu harus dilakukan. ''Apalagi kencenderungan merusak fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah itu, sekarang dianggap hal paling mudah.''(ad-90s) |