| Selasa, 01 Februari 2005 | MURIA |
Golkar Targetkan Munculkan Calon
BLORA - Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Bambang Sadono SH MH menandaskan karena perolehan suara partainya di Blora lebih dari 15 %, sudah selayaknya jika Golkar Blora harus menargetkan ikut memunculkan calon dalam pilkada mendatang. ''Ya ini realistis saja karena perolehan partai kami disini lebih dari 15 %, target kami harus mendudukkan salah satu kader di jajaran eksekutif dalam pilkada mendatang,'' tandasnya kepada Suara Merdeka, di sela-sela acara silaturahmi pengurus DPD I Golkar Jawa Tengah dengan jajaran kader Golkar di DPD II Partai Golkar Blora, Minggu (30/1) sore. Apakah kader Golkar nantinya akan muncul sebagai calon bupati atau calon wakil bupati ? Bambang menyatakan sampai saat ini masih melihat perkembangan. Menurutnya, kalau memang memungkinkan, Golkar akan memunculkan calon bupati. Namun jika memang tidak memungkinkan, Golkar akan memunculkan calon wakil bupati atau orang ke dua di jajaran eksekutif. Maksudnya ? Bambang yang asli Blora itu menjelaskan, apakah nanti Golkar akan memunculkan calon bupati atau calon wakil bupati, akan melihat situasi terlebih dahulu. Jika di Blora ada calon yang cukup signifikan dan mendapat dukungan dari masyarakat, sudah tentu Golkar akan melakukan tawar-menawar agar bisa mendudukkan kadernya sebagai orang ke dua saja. Mengenai siapa yang akan dimunculkan Golkar dalam pilkada nanti, saat ini disebut-sebut H Maulana Kusnanto yang Sekretaris DPD II. Dari pantauan di lapangan, sosialisasi jago yang dimunculkan partai pimpinan RM Drs Yudhi Sancoyo itu, belakangan ini sudah intensif. Bikin Perhitungan Lebih jauh Bambang mengemukakan, pihaknya sudah mengendus sesuatu yang indikasinya akan ada persekongkolan dalam pilkada di Blora. Menghadapi itu semua, pihaknya tetap low profile. Artinya, kubu Golkar juga mengantongi banyak hal tentang segala sesuatu yang terjadi di Blora sehingga jika nanti arahnya akan ada persekongkolan dengan arah membawa keburukan Blora, sudah tentu pihaknya akan menggeliat. ''Kalau memang ada calon kuat, takut dengan seseorang atau kelompok bahwa kartunya akan dibuka, apa dikira Golkar juga tidak berani membuka,'' tandasnya. Bagaimana jika orang kuat atau calon kuat itu tetap tidak mau mengakomodasi kader Golkar sebagai pasangan calon wakil bupati ? Dengan Diplomatis, mantan Sekjen PWI pusat itu menyatakan Golkar tidak hanya di Blora saja, melainkan ada di seluruh Indonesia. Jika memang itu yang diperbuat, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan induk partai, supaya melakukan perhitungan di lain daerah. ''Sudah tentu kami akan bikin perhitungan, misalnya di suatu daerah calon dari Golkar kuat, sudah tentu juga tidak akan mau mengajak calon dari partai lain yang di daerah lain tidak mau diajak kerjasama,'' tambahnya. Keberadaan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah bersama jajaran pengurus lainnya di Blora, Minggu lalu itu, selain bertatap muka dengan jajaran pengurus DPD II sekaligus melakukan syukuran atas terpilihnya Bambang sebagai Ketua Golkar Jawa Tengah. Dalam syukuran tersebut, diadakan sejumlah acara, yakni pasar murah dan pentas wayang semalam suntuk dengan menampilkan dalang mbeling, Ki Enthus Susmono. Di sela-sela acara tatap muka, Bambang menyerahkan bantuan sebuah mobil Toyota Avanza kepada DPD II. (ud-90m) |